• KANAL BERITA

Orangtua di Indonesia Belum Sadar Pentingnya Grow Happy

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan masih banyak orangtua di Indonesia yang belum menyadari Grow Happy bagi anak-anaknya. Menurut Brand Executive Nestlé Lactogrpw Pramudita Sarastri mengatakan, banyak orangtua di Indonesia yang merasa happiness pada anak terjadi begitu saja.

"Kami ingin mengajak ibu-ibu di Indonesia menyadari Grow Happy itu penting. Beberapa faktor yang mendorong ada beberapa, keterlibatan orangtua, stimulasi dan sisi nutrisinya," kata wanita yang akrab disapa Dita usai Workshop "Grow Happy Parenting: Happy from the Inside Out", di Valley Pizza Resto Jalan Diponegoro 22 Semarang, Rabu (14/8).

Banyak orangtua di Indonesia sambungnya, tidak terlibat pada perkembangan anak-anaknya. Tidak terlibat dalam arti, sosok orangtua hadir dalam perkembangan dan ada di sebelah si anak ketika melakukan segala aktivitas tetapi tidak mengerti seperti apa si anak dan apa yang dilakukan. "Perlu edukasi kepada orangtua, agar memperhatikan kematangan emosi anak serta nutrisinya," tambahnya.

Dokter spesialis anak Dr dr Ariani Dewi Widodo Sp A(K) menyatakan, memenuhi kebutuhan gizi anak satu di antaranya adalah dengan memastikan pencernaannya dalam kondisi sehat. Orangtua sambungnya, perlu memastikan makanan yang dikonsumsi bergizi seimbang dan mengandung probiotik yang membantu nutrisi agar terserap dengan baik.

"Probiotik yang telah teruji secara klinis aman dan bermanfaat bagi tubuh, Lactobacillus reuteri," tambah Ariani yang menyebut, pemberian probiotik dapat dilakukan melalui susu atau makanan yang difermentasi, tempe atau yogurt.

Psikolog Elizabeth Santosa MPsi Psi SFP ACC menyatakan, kematangan emosi dan kebahagiaan anak dapat dibantu dengan mempraktekkan perilaku positif. Misalnya dengan mengajarkan kebiasaan bersyukur, anak yang pintar bersyukur akan tumbuh menjadi sosok yang optimis, berempati tinggi dan bahagia.  "Orangtua juga sebaiknya rutin menghabiskan waktu dengan anak, berolahraga bersama misalnya," tambahnya.

Selain harus terlibat dalam setiap aktivitas anak, bukan hanya hadir tapi tidak mengetahui apa yang dilakukan si anak.


(Puthut Ami Luhur/CN26/SM Network)