• KANAL BERITA

RSKI Solo Manfaatkan Teknologi Terbarukan Guna Obati Wasir

dr Sugandi Harjando (Foto suaramerdeka.com/Budi Sarmun)
dr Sugandi Harjando (Foto suaramerdeka.com/Budi Sarmun)

SOLO,suaramerdeka.com - Proses penyembuhan wasir/ambeien bisa dilakukan dengan cara konservatif, maupun memakai teknologi baru Rumah Sakit Kasih Ibu (RSKI) Solo telah melalui dr Sugandi Harjando ahli bedah telah memanfaatkan teknologi terbarukan guna mendukung pengobatan penyakit tersebut.

dr Sugandi yang ditemui suaramerdeka.com di ruang praktiknya menjelaskan, dirinya memakai kombinasi dua peralatan canggih yakni kombinasi alat khusus berupa receiver disambungkan dengan  blue tooth  ke alat bernama Doppler Guided Haemrrhoidal Artery Ligation (DGHAL) yang dimasukkan ke dubur sekitar 2,5 cm untuk mengetahui pembuluh darah bermasalah yang menyebabkan wasir/ambeien. Receiver adalah satu pesawat elektronika yang pengubah sinyal modulasi/ gelombang radio menjadi sinyal audio/getaran suara yang dapat di dengar oleh telinga. 

Dari pengalaman yang ada, kombinasi alat-alat kedokteran ini memudahkan pasian tidak harus dioperasi dan juga tidak perlu dibius. Cara kerja alat yang simpel ini denyut pembuluh darah penyebab wasir/ambeien bisa diketahui dan langsung diobati, lebih hemat dan menguntungkan pasen saat pengobatan penyakit wasir/ambeien . Hanya butuh waktu di bawah 40 menit menemukan pembuluh darah bermasalah, dibandingkan penggunaan alat lama (receiver) yang butuh waktu di atas itu. Setelah dilakukan penanganan, maka pasien dapat langsung segera pulang dan beraktivitas seperti biasanya.

"Setelah alat kedua alat ini bekerja dan menemukan sasaran berupa pembuluh darah bermasalah. Maka penanganan selanjutnya adalah pasien dapat disuntik dengan menggunakan obat tidur dahulu di sekitar kulit anus, lalu dilakukan penanganan lebih lanjut (operasi)," katanya. 

Teknik penerimaan sinyal pembuluh darah (receiver) serta alat DGHAL yang juga dikenal sebagai KM-25 tersebt didesain oleh ahli bedah Jepang yang bernama Kazumaza Morinaga pada tahun 1995 guna melakukan penyembuhan wasir memang afdal. 

Teknik tersebut memang dipandang akan menguntungkan pasien karena pasien akan merasa lebih nyaman tanpa harus menahan rasa sakit akibat pembedahan yang dilakukan secara konvensional. Pemanfaatan receiver ini merupakan modifikasi alat yang sudahyang diprakarsai oleh seorang pengajar di Fakultas Teknik Elektro UKSW bernama Daniel Santoso bekerja sama dengan dr Sugandi SpB. 

"Alat ini sederhana, portabel nir kabel dan amat memudahkan saat proses pengobatan. Alat ini sebagai pendukung pemeriksaan pasien jadi tidak dipermasalahkan oleh produsen alat kesehatan di dunia," jelas Daniel.


(Budi Sarmun/CN19/SM Network)