• KANAL BERITA

59 Penderita TBC Kebal Obat

TANDA TANGAN: Bupati Tegal Umi Azizah bersama Tim Public Private Mix menandatangani komitmen bersama dalam pencegahan dan pengendalian TBC di Hotel Grand Dian Slawi. (suaramerdeka.com / Cessnasari)
TANDA TANGAN: Bupati Tegal Umi Azizah bersama Tim Public Private Mix menandatangani komitmen bersama dalam pencegahan dan pengendalian TBC di Hotel Grand Dian Slawi. (suaramerdeka.com / Cessnasari)

SLAWI, suaramerdeka.com - Angka keberhasilan pengobatan TBC di Kabupaten Tegal baru 82  persen lantaran ketidakpatuhan pasien  dalam mengonsumsi obat. Bahkan, sejumlah kasus menjadi multidrug-resistant tuberculosis, kebal terhadap obat anti-tuberkulosis paling kuat sekalipun.

‘’Penderita tuberkulosis kebal obat di Kabupaten Tegal ada 59 orang, tapi yang terus menjalani pengobatan hanya 45 orang,’’ kata Bupati Tegal Umi Azizah saat lokakarya jejaring layanan tuberkulosis di fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta  berbasis kabupaten/kota (districk based public private mix/DPPM) di Hotel Grand Dian Slawi, Kamis (8/8).

Disebutkan, pada 2018,  jumlah penderita TBC diperkirakan 4.380 kasus, namun yang ditemukan dan diobati 3.329 kasus.  Inilah PR bersama lantaran belum semua penderita TBC ditemukan dan diobati. ‘’Penderita ini kemudian akan menularkan penyakitnya kepada orang lain di mana penularannya sangat mudah, umumnya melalui udara yang dihirup,’’ tuturnya.

Dapatkan perlengkapan kesehatan dengan harga termurah

Umi Azizah mengajak masyarakat untuk bersinergi dan bekerja sama melakukan pencegahan dan pengendalian tuberkulosis (TBC), mengingat persoalan penyakit menular ini sangat kompleks. Selain tingkat kepatuhan minum obat, kepedulian masyarakat pada penyakit TBC menjadi permasalahan tersendiri.  Sementara di sisi internal, belum semua fasilitas kesehatan mampu menangani pasien TBC dengan tepat dan melaporkannya. 

Untuk itu, kata Umi, strategi penanggulangan harus ditempuh dengan membangun jejaring layanan TBC melibatkan fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta, didukung lembaga profesi kesehatan dan komunitas di masyarakat.


(Cessnasari/CN26/SM Network)