• KANAL BERITA

50 Persen Penderita DBD Usia Sekolah

Siswa SMPN 32 Jadi Duta Sicentik

 DUTA SICENTIK: Pemenang Lomba Duta Dicentik 2019 Alin F A dari SMPN 32 berfoto bersama dengan Ketua TP PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi, usai lomba di Balai Kota. (suaramerdeka.com / Hendra Setiawan)
DUTA SICENTIK: Pemenang Lomba Duta Dicentik 2019 Alin F A dari SMPN 32 berfoto bersama dengan Ketua TP PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi, usai lomba di Balai Kota. (suaramerdeka.com / Hendra Setiawan)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Masih tingginya angka kasus Demam Berdarah Dengue atau DBD menjadi perhatian banyak pihak. Apalagi 50 persen kasus dialami anak usia sekolah. Salah satunya dari Tim Penggerak PKK Kota Semarang melalui program siswa cari jentik (Sicentik).

Menurut catatan Dinas Kesehatan Kota Semarang, pada 2013 terdapat sebanyak 2.364 pasien DBD di Kota Semarang. Angka ini terus turun hingga 2018. Yakni pada 2014 sebanyak 1.628 pasien, 2015 sebanyak 1.737 pasien, 2016 sebanyak 448 pasien, pada 2017 sebanyak 299 pasien.

Sementara pada 2018 lalu jumlah penderita Demam Berdarah sebanyak 50 pasien. Namun pada awal tahun ini, atau pada Januari lalu, ditemukan 140 kasus DBD dan lima di antaranya meninggal dunia. Dinas Kesehatan pun menggandeng beberapa pihak untuk menekan angka kasus DBD.

Ketua TP PKK Kota Semarang, Krisseptiana Hendrar Prihadi, menjelaskan bahwa masih banyaknya angka kejadian Demam Berdarah di Kota Semarang. Saat ini Kota Semarang menduduki peringkat ke 19 Se-Jateng. Ini yang mendorong diadakannya program Sicentik

''Sicentik menjadi program andalan dalam menurunkan kasus demam berdarah. Melalui program Sicentik diharapkan para siswa menjadi lebih paham tentang bahaya demam berdarah termasuk bagaimana cara pencegahannya. Karena 50 persen kasus dialami anak usia sekolah,'' ujar Tia, kemarin.

Melalui program ini, pihaknya ingin memperkenalkan sejak dini kepada anak-anak sekolah tentang bahaya DBD. Kemudian melatih mereka supaya menjadi pelopor hidup bersih dan sehat di lingkungan keluarganya masing-masing. Tujuannya memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk perantara penyakit DBD.

Sicentik
Guna mendorong semangat para siswa ikut menangani kasus DBD, TP PKK Kota Semarang setiap tahunnya menyelenggarakan lomba duta Sicentik. Untuk tahun ini, lomba Duta Sicentik diikuti 119 peserta dari SMP/MTS Negeri dan Swasta di Kota Semarang.  

Lomba Duta Dicentik 2019 dimenangi Alin F A dari SMPN 32. Kemudian di peringkat kedua Revalina AS dari MTS Miftahussadah. Peringkat ketiga, Nafisa P.A dari SMP Islam Terpadu PAPB. Untuk harapan 1,2 3 masing-masing oleh Novita M dari MTS Hidayatus Syubban, Urfa BM dari SMP Hasanudin 7, dan Aulia Rahma dari SMP Sultan Agung.

Seleksi lomba Duta Sicentik dilakukan dalam dua tahap. Pertama membuat esai terkait pengalaman siswa saat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan tempat tinggalnya, kemudian ke dua yakni  storytelling  atau mendongeng. Setelah seleksi tahap satu, 10 peserta yang masuk kriteria penilaian masuk ke babak selanjutnya yakni storytelling. Kegiatan itu dilaksanakan di Balai Kota, Selasa (30/7), dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Moch Abdul Hakam.

Penilaian lomba Duta Sicentik dilakukan oleh Perwakilan dari Kementrian Agama, Dinas Pendidikan, Humas Pemerintah Kota Semarang, Tim Penggerak PKK Kota Semarang, dan LSM. Kriteria penilaian lomba diambil dari penampilan, cara penyampaian, isi cerita dan kriteria cerita.

Dalam sambutannya, Hakam mengatakan program Sicentik bisa menjadi contoh dan memberikan motivasi kepada semua pihak agar lebih paham tentang demam berdarah dan penanganannya. ''Saya berharap agar semangat Sicentik tidak berhenti sampai lomba ini saja, tetapi juga diterapkan di masyarakat,'' ujarnya.


(Hendra Setiawan/CN26/SM Network)