• KANAL BERITA

Sequis dan Skin+ Berikan Edukasi Kesehatan pada sekitar 150 Karyawan

Seminar Glow Your Skin, Glow Your Financial

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com – Sequis bersama Skin+ Indonesia mengadakan gathering karyawan dengan topik Glow Your Skin, Glow Your Financial. Ini adalah salah satu cara Sequis mengedukasi karyawannya untuk peduli pada kesehatan agar tetap produktif karena karyawan yang produktif dapat bekerja maksimal dan hasil kerja pun semakin optimal. Salah satu masalah kesehatan yang penting tetapi sering diabaikan oleh pekerja kantoran adalah soal kesehatan kulit.

Padahal kulit terutama wajah adalah bagian tubuh yang menjadi salah satu modal utama dalam dunia kerja. Dokter Estetika Skin+ Indonesia, Renobulan Sanusi mengatakan, merawat kulit bukanlah semata upaya untuk mengubah diri agar menjadi cantik seperti yang disangka beberapa orang yang cenderung menempuh segala cara instan, seperti operasi plastik.  Manfaat merawat kulit adalah agar wajah menjadi bersih dan sehat.

Kulit wajah perlu dirawat karena wajah kita paling sering terpapar dengan faktor eksternal, seperti polusi, debu, sinar UV (ultraviolet), tangan yang kotor, keringat, kosmetik, dan barang lain yang mudah tersentuh dengan wajah. Selain itu, kulit wajah berbeda dengan kulit lainnya pada tubuh.

"Kulit wajah cenderung lebih sensitif dan peka sehingga ketika tubuh kita tidak fit atau tidak sehat, stres, dan kondisi psikologis lainnya maka dapat berpengaruh juga pada kulit wajah, misalnya menyebabkan  tumbuhnya jerawat, kulit menjadi kering dan kusam, gatal, kemerahan, terkelupas, bahkan psoriasis (peradangan kulit),” kata dr.Renobulan.

Ia meyakini bahwa kesehatan tubuh akan berkaitan dengan kulit dan kulit pun bisa menjadi indikator kesehatan. Sebagai pekerja seringkali kita lalai memperhatikan kesehatan dan kebersihan kulit wajah karena banyak faktor, seperti kelelahan karena perjalanan dari dan menuju kantor, banyak pekerjaan menumpuk, kurang istirahat, sering lembur, tidak memperhatikan asupan gizi dengan sering menyantap makanan siap saji (junk food).

Pada akhirnya, gaya hidup yang tidak sehat akan memengaruhi kesehatan kulit karyawan. Dalam dunia kerja kita akan bertemu dengan banyak orang sehingga jika kulit
sehat dan bercahaya, kita akan lebih percaya diri. Masalah kulit bisa datang dari faktor luar tetapi secara alami seiring dengan bertambahnya usia kita maka kulit wajah juga akan mengalami penuaan dan akan ada perubahan pada kulit.

Jadi selagi usia kita produktif mari kita memperhatikan kesehatan kulit tubuh dan wajah. Namun, tentu saja hal ini tidak akan lepas dari soal bujet, seperti perlu sejumlah dana untuk perawatan di skin care, membeli kosmetik yang bermutu, vitamin, hingga makanan sehat. Untuk itu, selain memberikan pengetahuan tentang kesehatan kulit,

Sequis juga memberikan edukasi tentang bagaimana mengatur keuangan yang bijaksana dan mengapa  perlu memiliki asuransi jiwa dan kesehatan agar seimbang antara anggaran, pengeluaran, dan kebutuhan kesehatan kulit. Tentunya, ini akan bermanfaat bagi karyawan Sequis

Glow Your Skin

Bagaimana indikator kulit sehat? Kata dr. Renobulan, indikator kulit sehat adalah memiliki warna kulit yang rata, bersih, tekstur kenyal, lembab, dan jika disentuh terasa lembut dan halus serta tidak tampak tanda-tanda aging  (penuaan kulit). “Memiliki kulit yang sehat tidak bisa secara instan tetapi harus terus dijaga. Caranya dari gaya hidup, asupan, dan dengan perawatan (treatment) di klinik estetika serta rutin menggunakan skin care setiap hari.

“Asupan tentu memengaruhi kesehatan tubuh dan kulit. Makanan yang tidak sehat sebaiknya dihindari, seperti makanan yang mengandung banyak minyak, siap saji, yang terlalu manis, dan juga minuman berkarbonasi. Kita juga perlu tahu apakah kita memiliki alergi tertentu yang berpengaruh pada kulit, seperti makanan berminyak, susu kacang. Jika ada, sebaiknya dihindari. Jangan lupa untuk konsumsi air putih secara teratur apalagi jika kulit kita kering akan mudah terjadi dehidrasi (kekurangan cairan),” kata dr.Renobulan.

Selain makanan, faktor yang paling sering memengaruhi kesehatan adalah stres. Stres dapat disebabkan karena kurang tidur dan kondisi psikologis lainnya. Stres dapat memengaruhi sistem pencernaan, pernafasan, hormon, dan juga kulit. “Beberapa orang, jika terjadi stres dapat memengaruhi kulitnya, seperti muncul jerawat dan gatal. Untuk itu, lakukan perawatan kulit yang tepat sesuai dengan reaksi yang muncul,” imbuh dr. Renobulan.

Dia menyarankan agar para peserta seminar mulai memperhatikan masalah apa yang ada pada kulit masing-masing dan menghindari faktor penyebabnya. Katanya masalah kulit biasa terjadi pada profesi yang sering terkena matahari dan banyak kegiatan out door  karena sering terpapar sinar matahari UVA (sinar ultraviolet dengan gelombang panjang mulai dari matahari terbit sampai dengan terbenam) dan UVB (sinar ultraviolet dengan gelombang pendek yang intensitasnya memuncak pada pukul 10.00 sampai 16.00) serta radikal bebas dari polusi.

Rajin menggunakan sunblock (tabir surya) jika sering terkena sinar matahari, cucilah wajah dua kali sehari. Namun, tambahnya, masalah kulit juga terjadi bagi mereka yang profesinya sering berada di dalam ruangan karena merasa nyaman dengan suhu ruangan dan tidak peduli pada pola hidup sehat.

Skin+ Indonesia memperkenalkan konsep cara merawat kulit dengan teknologi terkini dan lebih efektif untuk mengatasi, menyembuhkan, dan merawat kulit wajah dari berbagai macam permasalahan, seperti jerawat, pigmentasi bahkan penuaan. Perawatan terdiri dari Medical yang meliputi aqua clear, laser, dan infusion untuk mengangkat sel kulit mati dan peremajaan kulit.

Kemudian Recovery yang meliputi diamond peel, oxy clear, dan photo dynamic therapy sebagai treatment lanjutan untuk mengangkat sel kulit mati dan mencerahkan kulit dengan menggunakan teknologi terapi cahaya dengan tujuh warna dengan fungsi berbeda.

Selanjutnya, ada Maintenance yang terdiri dari Skin+facials, RF Facials, dan Oxy Clear untuk menjaga kelembapan kulit dan agar tetap kencang. Setiap tahapan membutuhkan waktu ± 40 menit dan setiap interval perawatan dapat dilakukan 1 minggu sekali atau tergantung pada masalah kulit.

“Kulit yang dirawat di klinik estetika akan memungkinkan mendapatkan hasil yang maksimal. Urutan maupun intervalnya akan disesuaikan dengan kondisi kulit dan kebutuhan pasien, jadi tetap terkontrol. Lagipula di klinik estetika problem kulit harus dikonsultasikan dulu ke dokter agar mendapatkan treatment dan skin care *yang tepat sesuai masalah kulit,” ujar dr. Renobulan.

Glow Your Financial

Setelah peserta mengetahui pentingnya merawat kulit secara rutin tentunya akan berhadapan dengan pertanyaan berapa banyak bujet yang harus disediakan dan bagaimana mengatur anggaran keluarga agar kebutuhan merawat kulit dapat selalu tersedia dan apakah ada cara terbaik agar dapat tetap merawat kulit tetapi tidak mengganggu anggaran keluarga? Hal ini dibahas Agency Development Manager Sequis Henry Virpi K S, RFP®, LCPC.

“Urusan kesehatan termasuk kesehatan kulit tentu akan berpengaruh pada pengeluaran. Jika kita selalu peduli pada kesehatan, mengurus, dan merawatnya secara teratur tentu memerlukan biaya rutin tetapi jumlahnya tidak akan lebih besar dibandingkan jika kelak kita tidak peduli dan terserang risiko penyakit kulit serta  semakin menua maka akan membutuhkan biaya yang lebih besar bahkan bisa lebih daripada jumlah yang tersedia di pos kebutuhan keluarga,” imbuh Henry.

Menurutnya, kebutuhan untuk skin care dapat dipenuhi dengan cara menyisihkan dari total kebutuhan. “Misalnya kita menyisihkan 40 persen dari total pendapatan untuk kebutuhan yang pasti terjadi, seperti makan, transportasi, listrik, uang sekolah, dan kebutuhan-kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Setelah kita mengalokasikan dan masih ada sisa dana barulah dapat kita gunakan untuk keperluan skin care. Sebaliknya, jika dari pos kebutuhan ternyata tidak ada budget tetapi harus melakukan skin care maka alternatifnya adalah meninjau kembali dari pos kebutuhan, mana yang bisa disesuaikan atau alternatif lainnya dengan mencari pendapatan tambahan,” ujar Henry.

Mencari sumber pendapatan tambahan tujuannya agar pengeluaran rutin dan cicilan dapat tetap terpenuhi dan kita dapat memenuhi kebutuhan lain. “Dengan memiliki lebih dari satu pendapatan akan memudahkan mengatur anggaran karena anggaran lainnya dapat kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan seperti skin care dengan lebih nyaman. Namun, kita harus tetap dapat memastikan berapapun pendapatan yang kita miliki dapat kita atur dengan baik dan semua kebutuhan dapat terpenuhi atau tidak boros,” tambahnya.

Mengenai pendapatan, Henry mengatakan idealnya begitu pendapatan diterima maka langsung dialokasikan dalam pos-pos pengeluaran sehingga penggunaannya pun lebih terkontrol dan mudah bagi kita untuk mengetahui sejauh mana kita disiplin mengatur anggaran rumah tangga juga membantu memprediksi berapa yang harus dipersiapkan untuk kebutuhan lain di masa depan.

“Dari 100 persen pendapatan, dapat dibagi menjadi 40 persen kebutuhan, seperti pangan, transport, kebutuhan lain yang penting dan jika cukup bisa untuk skin care. 30 persen untuk cicilan produktif, seperti KPR. 20 persen untuk kebutuhan masa depan, seperti pensiun, dana pendidikan, asuransi kesehatan-jiwa-pendidikan, dan dana darurat. Sedangkan sisanya 10 persen untuk kebaikan/sosial, seperti zakat, fitrah, bantuan, donasi, dll.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)