• KANAL BERITA

Sun Life Indonesia Dorong Keterlibatan Komunitas Lawan Diabetes Sejak Dini

HIDUP SEHAT: Elin Waty - Presiden Direktur Sun Life Infonesia (kiri); *Ibnu Jamil, Brand Ambassador Sun Life Indonesia for ‘Live Healthier Lives’ Campaign; Kelly Tandiono - Brand Ambassador Sun Life Indonesia for ‘Live Healthier Lives’ Campaign*; dan *Carene Chia - Chief Distribution and Marketing Officer Sun Life Asia mengajak masyarakat Indonesia untuk memulai hidup sehat secara holistic melalui kampanye ‘Live Healthier Lives’. (suaramerdeka.com / dok)
HIDUP SEHAT: Elin Waty - Presiden Direktur Sun Life Infonesia (kiri); *Ibnu Jamil, Brand Ambassador Sun Life Indonesia for ‘Live Healthier Lives’ Campaign; Kelly Tandiono - Brand Ambassador Sun Life Indonesia for ‘Live Healthier Lives’ Campaign*; dan *Carene Chia - Chief Distribution and Marketing Officer Sun Life Asia mengajak masyarakat Indonesia untuk memulai hidup sehat secara holistic melalui kampanye ‘Live Healthier Lives’. (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Memanfaatkan momen Hari Anak Nasional, PT Sun Life Financial Indonesia ("Sun Life") mengajak setiap elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah penyebaran penyakit diabetes, melalui penerapan pola hidup sehat sejak dini - dimulai dari keluarga, komunitas dan lingkungan sekitar. Ajakan ini sejalan dengan inisiatif 'Live Healthier Lives' yang digaungkan Sun Life Indonesia sebagai upaya membangun masyarakat yang lebih sehat dan berkualitas, sekaligus melawan penyakit diabetes.

Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan, angka kejadian diabetes melitus (DM) pada anak usia 0 hingga 18 tahun mengalami peningkatan sebesar 700 persen selama jangka waktu 10 tahun terakhir.

Meski saat ini kasus diabetes pada anak masih didominasi tipe 1, berbagai penelitian selama dua dekade terakhir menemukan peningkatan kasus diabetes tipe 2 pada usia anak dan remaja. Kasus diabetes pada anak dan remaja juga erat kaitannya dengan meningkatnya angka penderita obesitas pada anak .

Elin Waty, Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia menyatakan, kasus diabetes di Indonesia, tidak bisa dianggap sepele. Pada anak, usia 5-12 tahun menjadi rentang usia kritis, di mana berdasarkan Riskesdas 2013, 18,8 persen anak di usia tersebut mengalami kelebihan berat badan - bahkan 8,8% di antaranya mengalami obesitas. Jika tidak segera ditanggulangi, di masa depan anak-anak ini berisiko besar menderita diabetes tipe 2.

"Sayangnya, pemahaman terkait diabetes di tengah masyarakat juga dinilai masih rendah. Berdasarkan laporan Sun Life terkait Diabetes di Asia, 68% penduduk Indonesia menilai bahwa diabetes adalah penyakit yang disebabkan oleh faktor keturunan saja. Padahal, gaya hidup yang tidak sehat turut menjadi faktor utama seseorang menderita diabetes khususnya tipe 2," kata dia.

Karenanya, penerapan pola hidup sehat sejak masa anak-anak menjadi krusial, mengingat di periode ini pola kebiasaan anak akan terbangun, termasuk kultur makan sehat, serta melakukan aktivitas fisik secara rutin. Ketika pola hidup sehat ini telah terbentuk, kesempatan untuk mengurangi risiko obesitas dan diabetes tipe 2 pun semakin besar.

Pola Hidup Sehat

Selaras dengan risiko diabetes yang dihadapi anak-anak, data terbaru dari Riskesdas mengemukakan bahwa prevalensi diabetes di Indonesia terus mengalami peningkatan - dari 6,9 persen pada 2013, menjadi 8,5 persen di 2018 , dengan catatan 90% kasus diabetes pada usia dewasa adalah tipe 2.

Membiasakan pola hidup sehat sejak usia dini guna mencegah penyakit diabetes, bukan menjadi tanggung jawab orang tua semata. Berdasarkan laporan terbaru dari Sun Life Financial Asia berjudul Diabetes in Asia: Empowering communities to lead healthier lives, pendekatan yang terkoordinasi dan berbasis komunitas menjadi faktor penting dalam upaya menekan peningkatan gelombang penderita diabetes di Asia, termasuk Indonesia. Berdasarkan laporan tersebut, saat ini lebih dari 422 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes, dan lebih dari 60% kasus di seluruh dunia berasal dari negara-negara di Asia.

Sun Life menyadari, untuk memerangi penyakit diabetes, dibutuhkan empat komponen penting yaitu kesadaran, pencegahan, perawatan serta penelitian. Untuk itu, Sun Life berupaya untuk merangkul beragam elemen mulai dari pemerintah, rumah sakit, perusahaan swasta hingga komunitas, agar secara bersama-sama dapat membantu mencegah penyebaran diabetes. Sejak 2012, secara global, Sun Life telah menyediakan lebih dari CAD $22 juta (dalam dollar Kanada), untuk inisiatif perawatan, pencegahan, dan kesadaran diabetes - menjadikannya salah satu inisiatif kesehatan komunitas terbesar dalam sejarah.

"Diabetes adalah tantangan kesehatan utama di wilayah Asia pada abad ini, dan tentunya merugikan kualitas hidup anak-anak dan orang-orang di seluruh Asia. Kami percaya salah satu cara untuk menekan kasus diabetes adalah dengan bekerja bersama komunitas-komunitas setempat untuk menciptakan peluang perubahan. Komunitas dapat menjadi agen yang kuat untuk mendidik, melibatkan, dan memberdayakan keluarga dan individu dalam membuat pilihan gaya hidup yang lebih sehat," ujar Claude Accum, Presiden Sun Life Financial Asia.

"Keluarga dan sekolah, sebagai salah satu komunitas pertama yang dikenal anak, berpengaruh besar dalam membangun pola hidup sehat yang akan dilanjutkan hingga dewasa kelak. Memahami kondisi ini, Sun Life akan konsisten melakukan lebih banyak inisiatif yang melibatkan komunitas-komunitas terkait - termasuk sekolah, sebagai bentuk upaya gerakan kolektif, dalam menekan gelombang penyakit diabetes sejak usia dini," tutup Elin.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)