• KANAL BERITA

WHO Akui Hepatitis Merupakan Masalah Kesehatan Dunia

PAPARAN : Direktur Umum dan Operasional RSUP Dr Kariadi, dr Arif Rahman Sadad SpKF (kiri) menyampaikan paparan pada kegiatan Peringatan Hari Hepatitis Sedunia. (suaramerdeka.com / Eko Fataip)
PAPARAN : Direktur Umum dan Operasional RSUP Dr Kariadi, dr Arif Rahman Sadad SpKF (kiri) menyampaikan paparan pada kegiatan Peringatan Hari Hepatitis Sedunia. (suaramerdeka.com / Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Penyakit hepatitis diakui oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) sebagai salah satu masalah atau persoalan kesehatan dunia.Pengakuan tersebut berkat perjuangan dua negara, yakni Indonesia dan Brazil pada sidang WHO 2016 lalu.

"Negara kita turut memperjuangkan supaya hepatitis ini menjadi persoalan dunia. WHO mengakui itu, sehingga hari kelahiran penemu hepatitis surface antigen (HBsAg) dinyatakan sebagai hari hepatitis sedunia," kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi Semarang, dr Hirlan SpPD KGEH seusai kegiatan peringatan Hari Hepatitis Sedunia yang diselenggarakan oleh rumah sakit tersebut.

Menurut Hirlan, untuk memberantas penyakit ini, tidak cukup dengan pengobatan, terutama pada hepatitis B. Hal ini karena virus mampu bersembunyi dari obat. "Ketika obat dihentikan, virus bisa berkembang lagi," ujarnya, Senin (22/7).

Dia menegaskan, hepatitis hanya bisa diberantas dengan vaksinasi dan terapi. Pengobatan akan bermanfaat untuk mengurangi transmisi penularan. Namun untuk menghilangkan sama sekali, harus melalui vaksinasi. "Pemerintah sudah mengampanyekan vaksinasi hepatitis B pada semua bayi. Sekarang sudah dimasukan dalam program vaksinasi massal di seluruh Indonesia," jelasnya.

Dikatakan pula, kondisi hepatitis paling berbahaya adalah mereka yang tertular pada saat dilahirkan dan di bawah usia lima tahun.Sebab, pada usia itu sistem pertahanan tubuh belum siap. Sehingga anak yang lahir dari ibu yang mengandung virus hepatitis dan belum divaksin, diperkirakan 94 persen akan menderita penyakit tersebut.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam lainnya, dr Agung Prasetyo SpPD KGEH menambahkan, hepatitis B dan C bisa menyebabkan kanker, bahkan kematian. Dia menyebut, ada sekitar 325 juta orang di dunia yang terinfeksi penyakit itu. "Kami ingin menyadarkan masyarakat, bahwa kasus hepatitis itu banyak, karena bisa menyebabkan kanker dan kematian, terutama hepatitis B dan C. Hepatitis hanya bisa dilihat dengan pemeriksaan," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Umum dan Operasional RSUP Dr Kariadi, dr Arif Rahman Sadad SpKF mengemukakan, prinsipnya rumah sakit ini peduli dengan masyarakat. Karenanya, masyarakat perlu diedukasi terkait penularan dan cara pencegahannya. "Harapannya angka penderita bisa ditekan serendah mungkin. Prinsipnya kami tidak hanya mengobati, tetapi bertanggung jawab untuk pencegahan," paparnya.


(Eko Fataip/CN26/SM Network)