• KANAL BERITA

Tropicana Slim Ajak Masyarakat Lawan Hoaks Kesehatan dan Cegah Diabetes

HARI DIABETES: Kampanye Beat Diabetes dalam rangka memperingati Hari Diabetes Nasional yang diselenggarakan Tropicana Slim dengan mengajak masyarakat Indonesia untuk tingkatkan kepedulian untuk mencegah dan melawan hoaks kesehatan di RS Telogorejo. (suaramerdeka.com / dok)
HARI DIABETES: Kampanye Beat Diabetes dalam rangka memperingati Hari Diabetes Nasional yang diselenggarakan Tropicana Slim dengan mengajak masyarakat Indonesia untuk tingkatkan kepedulian untuk mencegah dan melawan hoaks kesehatan di RS Telogorejo. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dalam rangka memperingati Hari Diabetes Nasional Tropicana Slim mengajak masyarakat Indonesia untuk tingkatkan kepedulian untuk mencegah dan melawan hoaks kesehatan, khususnya terkait diabetes melalui kampanye Beat Diabetes, di RS Telogorejo, baru-baru ini.

Kampanye Beat Diabetes ini diselenggarakan secara serentak di 33 Kota di Indonesia yaitu Jogja, Surabaya, Malang, Kediri, Medan, Padang, Pematangsiantar, Palembang, Bandar Lampung, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Samarinda, Banjarmasin, Pontianak, Palangkaraya, Makassar, Manado, Palu, Bone, Gorontalo, Denpasar, Mataram, Ambon, dan Jayapura.

Noviana Halim, Brand Manager Tropicana Slim mengatakan pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini memungkinkan informasi tersebar begitu cepat, termasuk informasi kesehatan. Sayangnya, banyak informasi tersebut yang keliru sehingga sangat berpotensi merugikan masyarakat.

"Dewan Pers Indonesia menyatakan bahwa 95 persen informasi kesehatan yang tersebar di WhatsApp adalah hoaks, sehingga melalui kampanye Beat Diabetes yang diadakan serentak di 33 kota hari ini, Tropicana Slim ingin mengajak masyarakat untuk semakin berhati-hati denganinformasi kesehatan yang tersebar, termasuk hoaks tentang diabetes," katanya.

Bastian Zeller Marsudi sebagai Marketing Promotion Manager PT Nutrifood Indonesia menambahkan kampanye Beat Diabetes di Semarang diisi dengan kegiatan cek gula darah dan senam bersama yang bertujuan untuk mengajak masyarakat beraktivitas fisik sebagai salah satu upaya hidup sehat dan mencegah diabetes.

"Kami juga melakukan pemeriksaan gula darah gratis kepada para peserta, sebagai bentuk deteksi dini diabetes. Pemeriksaan gula darah secara dini dan rutin penting  dilakukan mengingat penyakit diabetes yang tidak memiliki gejala pada tahap awal. Harapannya, para diabetesi dapat memperoleh penanganan sedini mungkin untuk menghindari timbulnya komplikasi. Bagi mereka yang terdeteksi pre-diabetes juga dapat ditangani segera agar tidak berkembang menjadi diabetes," jelasnya.

dr. Dante Saksono, SpPD-KEMD, PhD, Kepala Divisi Metabolik-Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSCM menjelaskan, dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018 menunjukkan bahwa prevalensi penyandang diabetes telah naik menjadi 8,5 persen, dari 6,9 persen (Riskesdas 2013).

Selain itu, menurut data terbaru dari International Diabetes Federation (IDF) Atlas tahun 2017, sebanyak 10,3 juta jiwa masyarakat Indonesia merupakan diabetesi, membuat Indonesia menduduki peringkat keenam dunia dengan jumlah diabetesi terbesar. Dante mengungkapkan beredarnya informasi hoaks kesehatan di masyarakat, termasuk tentang diabetes, tentunya dapat memperburuk kondisi yang ada.

"Salah satu informasi yang sering keliru di masyarakat adalah terkait pemanis rendah kalori. Nyatanya, pemanis rendah kalori sebagai pengganti gula pasir sudah lazim dipakai sebagai alternatif penggganti gula, serta mendapatkan izin edar dari BPOM, sehingga sudah terbukti aman dikonsumsi. Menurut anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, batas maksimum konsumsi gula  seseorang hanya empat sendok makan per hari," ungkapnya.


(Cun Cahya/CN26/SM Network)