• KANAL BERITA

Masyarakat Diajak Peduli Anak Autis

Perhimpunan INTI akan Hadirkan Pakar Autis dari Amerika Serikat

PAKAR AUTISME: Dr. Thomas Layton, PhD, Profesor Speech Language Pathology sekaligus pakar Autisme dari Amerika Serikat. (suaramerdeka.com / dok)
PAKAR AUTISME: Dr. Thomas Layton, PhD, Profesor Speech Language Pathology sekaligus pakar Autisme dari Amerika Serikat. (suaramerdeka.com / dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Masyarakat Jawa Tengah, khususnya di kota Semarang, diajak untuk peduli terhadap keberadaan anak-anak autis. Sampai kini, kepeduliam sebagian masyarakat Indonesia terhadap para penyandang autis masih minim.

Oleh karena itu, kepedulian kepada anak autis harus ditingkatkan. Perhimpunan Indonesia Tionghoa Indonesia (INTI) Jawa Tengah bekerjasama dengan Komunitas Sahabat Difabel (KSD) akan menyelenggarakan Charity Seminar bertajuk"Meningkatkan Komunikasi dan Sosialisasi pada Anak dengan Autisme".

Seminar ini akan menghadirkan Dr Thomas Layton, PhD, Profesor  Speech-Language  Pathology dari Amerika Serikat yang sudah berpengalaman di bidang autisme selama 40 tahun.

"Ini pertama kalinya di Jateng mengundang pakar dari Amerika Serikat dalam seminar yang membahasa anak-anak penyandang autis. Charity Seminar ini digelar untuk menggugah kepedulian masyarakat terhadap autisme. Karena masyarakat masih banyak yang belum paham tentang autis," tutur Ketua Perhimpunan INTI Jateng, Gouw Andy Siswanto dalam keterangan tertulisnya.

Acara itu, jelas Andy, akan diadakan pada Kamis (18/7) mulai pukul 12.00 - 17.30 di Aula Dinas Sosial (Dinsos Jateng), Jalan Pahlawan Nomor 12, Semarang. Peserta seminar tidak dipungut biaya dan akan mendapat Sertifikat.

Seminar itu, lanjut dia, bertajuk "Autisme & Seluk Beluk Problem Sosial Komunikasi” dan “Meningkatkan Komunikasi pada Anak dengan Autisme”. Dua materi itu akan menjadi topik yang menarik untuk dipaparkan dalam acara Seminar Amal.

Narasumber penting lain adalah Lany Setyadi (pemdiri Komunikasi Sahabat Difabel Ketua Yayasan Yogasmara, Autisme Center, Semarang), dan Gouw Andy Siswanto (Ketua Perhimpunan INTI yang juga Managing Director Global Elektronik Semarang). Sebagai Moderator dan Translator adalah Sielvy Megawaty.
 
Perhimpunan INTI

Perhimpunan INTI didirikan sesuai Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Nomor AHU-0000159.AH.01.08.Tahun 2018, Tentang Persetujuan Perubahan Badan Hukum Perkumpulan Perhimpunan Indonesia Tionghoa. Perhimpunan INTI dideklarasikan pada 10 April 1999 sebagai organinsasi kebangsaan, Organisasi non partisan dan independen. Saat ini, di Indonesia INTI telah memiliki 59 Cabang di 13 provinsi, dan di Jawa Tengah ada 8 cabang.

Ketua Umum Perhimpunan INTI, Teddy Sugianto, menjelaskan, visi dan misi INTI adalah menjadi organisasi maju, modern, bercitra internasional, beroriantasi pada kebangsaan Indonesia. Menghargai hak asasi manusia, egaliter, pluralis, inklusif, demokrasi dan transparan.

Berperan aktif dalam dinamika kebangsaan. Dengan proses pembangunan bangsa, antara lain pemikiran masalah Tionghoa di Indonesia menuju terwujudnya Bangsa Indonesia yang kokoh. Rukun, bersatu dalam keharmonisan. Kebhinekaan, saling menghargai dan saling percaya.

Perhimpunan INTI juga merangkul Perempuan hebat yang bernama Perempuan Indonesia-Tionghoa (Pinti). Perempuan turut memperkokoh keluarga, dan banyak kegiatan, seperti seni budaya, kesehatan, sosial kemanusiaan, hukum dan hak-hak asasi manusia.

Ada pula Generasi Muda Indonesia Tionghoa (GEME), yang berdiri sejak 2 Mei 2008. Ini untuk melatih generasi muda dan meluncurkan program beasiswa PELANGI. Tujuannya untuk mencegah anak putus sekolah. "INTI adalah sebuah organisasi yang lahir oleh semangat dan kesadaran dasar bahwa setiap warga negara harus di perlakukan sama di depan hukum dan undang-undang, mendapat pelayanan yang sama oleh negara dan mempunyai kewajiban dan tanggung jawab sama pula," kata Andy.

Tanpa ada perbedaan asal usul, keturunan, suku, gender, status sosial, agama, dan kepercayaan, hanya kebersamaan itulah INTI yakin Indonesia akan maju dan berjaya.


(Mohammad Khabib Zamzami/CN26/SM Network)