• KANAL BERITA

Rutin Olahraga Kurangi Risiko Penyakit Jantung

SAMPAIKAN PAPARAN : Dokter Spesialis Penyakit Dalam SMC RS Telogorejo Semarang, dr Witjitra Darmana SpPD menyampaikan paparan pada talkshow kesehatan yang diselenggarakan oleh rumah sakit tersebut. (Foto suaramerdeka.com/Eko Fataip)
SAMPAIKAN PAPARAN : Dokter Spesialis Penyakit Dalam SMC RS Telogorejo Semarang, dr Witjitra Darmana SpPD menyampaikan paparan pada talkshow kesehatan yang diselenggarakan oleh rumah sakit tersebut. (Foto suaramerdeka.com/Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit jantung. Dimulai dari kebiasaan merokok, pola makan yang buruk, darah tinggi, kolesterol, obesitas, diabetes, termasuk kurang olahraga.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam SMC RS Telogorejo Semarang, dr Witjitra Darmana SpPD mengemukakan, rutin berolahraga dapat mengurangi risiko seseorang terkena penyakit jantung. Olahraga dinilai berbeda dengan rutinitas kerja. Kedua hal itu tidak bisa disamakan meskipun sama-sama aktivitas fisik.

"Untuk orang sehat dianjurkan olahraga minimal empat kali dalam seminggu dengan intensitas 30 menit - 60 menit tiap kali melakukannya," kata Witjitra seusai talkshow kesehatan yang diselenggarakan SMC RS Telogorejo di rumah sakit tersebut, Minggu (14/7).

Dia menyebut, olahraga merupakan aktivitas fisik yang khusus. Ada sejumlah parameter yang perlu dicapai, seperti target, terarah, teratur, terukur dan tercatat.

"Faktor keturunan juga memiliki peran seseorang terkena penyakit jantung, meskipun bukan satu-satunya. Perubahan gaya hidup sekarang makin mempermudah seseorang memiliki faktor risiko," ujarnya.

Witjitra menambahkan, tidak semua kolesterol berdampak buruk. Ada kolesterol yang sangat bermanfaat bagi tubuh, yaitu HDL (high density lipoprotein) atau yang sering disebut dengan kolesterol baik.

Semakin tinggi kadar kolesterol baik dalam tubuh, maka akan semakin baik pula bagi kesehatan. Ini karena HDL bekerja di dalam aliran darah. Fungsinya untuk membersihkan kolesterol jahat atau LDL (low density lipoprotein).

"Sedangkan LDL merupakan salah satu penyebab terjadinya penyempitan pembuluh darah akibat lemak. Apabila penyempitan terus dibiarkan, maka dapat memicu serangan jantung dan stroke," jelasnya.

Selain talkshow kesehatan, acara yang bekerja sama dengan Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Jawa Tengah ini diawali dengan kegiatan senam bersama yang diikuti sekitar 500 peserta.

Sementara itu, Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama Jawa Tengah, Sri Lestari Soediro menekankan upaya pencegahan dengan program "SEHAT". Frasa tersebut kependakan dari seimbang gizi, enyahkan rokok, hindari stres, awasi tekanan darah dan teratur berolahraga.

"Sedini mungkin mencegah penyakit jantung, salah satunya dengan berolahraga. Kami biasanya rutin melakukan senam bersama," ujarnya. 

 


(Eko Fataip/CN19/SM Network)