• KANAL BERITA

25 Perawat Ikuti Pelatihan BTCLS di Stikes Muhammadiyah Gombong

PRAKTIK PENANGANAN: Para instruktur mendampingi saat praktik pelatihan Basic Trauma and Cardiovascular Life Support (BTCLS)  di Stikes Muhammadiyah Gombong. (suaramerdeka.com / Supriyanto)
PRAKTIK PENANGANAN: Para instruktur mendampingi saat praktik pelatihan Basic Trauma and Cardiovascular Life Support (BTCLS) di Stikes Muhammadiyah Gombong. (suaramerdeka.com / Supriyanto)

GOMBONG, suaramedeka.com - Sebanyak 25 perawat dari rumah sakit di Kabupaten Kebumen, Banyumas dan Purbalingga mengikuti pelatihan Basic Trauma and Cardiovascular Life Support (BTCLS) atau Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Muhammadiyah Gombong.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua 1 Bidang Akademik Stikes Muhammadiyah Gombong, Isma Yuniar MKep, Rabu (10/7). Pelatihan yang menggandeng lembaga pelatihan Muhammadiyah Gombong Education and Training Center (MGEC) dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (21/7).

Selama lima hari, para peserta pelatihan akan mendapatkan materi dari para instruktur MGEC yang dipimpin Kepala MGEC dr Eva Delsi Sp EM, dalam bentuk materi kelas, praktik maupun simulasi. Adapun materi yang diberikan selama pelatihan antara lain sistem penggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT), penatalaksanaan pasien dengan gangguan pernafasan dan jalan nafas, bantuan hidup dasar,  etik dan aspel legal etik keperawatan gawat darurat.

Kemudian materi penatalaksanaan pasien akibat trauma kepala and spinal, thorax dan abdomen, luka bakar, penatalaksanaan kegawatdaruratan kardiovaskuler, acute coronary syndrome (ACS) dan terapi listrik. Juga penatalaksanaan pasien dengan gangguan sirkulasi, penatalaksanaan evakuasi dan rujukan.

Wakil Ketua 1 Bidang Akademik Stikes Muhammadiyah Gombong, Isma Yuniar MKep menjelaskan, tujuan pelatihan BTCLS ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesiapan para peserta dalam bidang penanganan permasalahan kegawatdaruratan.

"BTCLS merupakan standar akreditasi di rumah sakit. Perawat harus memiliki kompetensi tersebut. Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini peserta dapat mengaplikasikan di tempat kerja masing-masing," ujar Isma Yuniar Suara Merdeka di sela-sela acara.

Isma Yuniar didampingi Bagian Humas Stikes Ukis Erliwianto SE menambahkan, pelatihan BTCLS kali ini merupakan kerjasama dengan provider baru yakni MGEC yang merupakan satu-satunya di Indonesia milik Amal Usaha Muhammadiyah. Kerjasama ini merupakan yang pertama dan tidak menutup kemungkinan akan ada produk-produk lain yang akan dikerjasamakan. "Peserta pelatihan juga mendapatkan sertifikat dari PPNI dan Kemenkes," ujar Isma menyebutkan pelatihan tersebut sekaligus visitasi dari Kementerian Kesehatan.

Kepala MGEC dr Eva Delsi Sp EM mengatakan, emergency memiliki tiga sub yakni di in hospital yaitu di IGD. Sedangkan di luar rumah sakit terdiri atas pre hospital dan disaster atau kebencanaan. "Pre hospital seperti sistem penanggulangan gawat darurat terpadu, seperti ambulance, merujuk pasien, jemput pasien kecelakaan," ujar dokter Eva Delsi.


(Supriyanto/CN26/SM Network)