• KANAL BERITA

Masyarakat Dihimbau Deteksi Dini Penyakit Kanker

Foto: suaramerdeka.com/ Eko Fataip
Foto: suaramerdeka.com/ Eko Fataip

SEMARANG, suaramerdeka.com - Ahli medis menghimbau masyarakat, khususnya kaum wanita agar melakukan deteksi dini penyakit kanker. Upaya itu dinilai sangat penting untuk menghindari keterlambatan dalam hal penanganan.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr Felicia Sugiarto SpOG mengemukakan, pada kanker serviks, wanita yang menginjak usia sembilan tahun, dianjurkan untuk melakukan vaksin.

Menurutnya, penyakit yang disebabkan human papilloma virus (HPV) ini tidak muncul secara tiba-tiba. Biasanya terjadi dalam jangka waktu lama antara 10 hingga 15 tahun. Pada fase awal, kanker serviks umumnya tidak disertai dengan gejala. Karena itu, seseorang yang terjangkit penyakit ini sering kali tidak menyadari.

"Setelah mendapat vaksin HPV, tetap dianjurkan menjalani pemeriksaan pap smear. Tes ini dilakukan secara berkala dan dimulai sejak tiga tahun setelah melakukan aktivitas seksual," kata Felicia seusai diskusi kesehatan yang diselenggarakan RS Telogorejo Semarang di rumah sakit tersebut, Sabtu (9/2).

Penularan virus HPV sebagian besar atau 85 persen melalui hubungan senggama. Meski demikian, fakta lain mengungkapkan virus itu bisa ditularkan lewat handuk atau barang pribadi sejenisnya.

Temukan promo menarik produk perawatan kecantikan dan kesehatan tubuh di sini

"Faktor risiko kanker serviks bermacam-macam. Beberapa di antaranya karena hubungan seksual, kebiasaan merokok, sistem imun yang menurun hingga berganti-ganti pasangan seksual," sebutnya.

Sementara itu, pada kanker payudara, tanda yang biasa dijumpai di antaranya bengkak pada seluruh atau sebagian payudara. Kemudian payudara terasa nyeri, kulit iritasi dan keluar cairan atau darah dari ujung payudara.

Dokter Spesialis Patologi Anatomi, dr Susanto Winarko SpPA menjelaskan, kanker payudara umumnya menyerang wanita usia di atas 50 tahun. Seiring perkembangannya, penyakit ini menimpa wanita usia 30-40 tahun.

"Sekarang banyak kasus terjadi di mana usia pasien berumur 30-an tahun. Seringkali orang berobat ke dokter terlambat atau dalam kondisi yang sudah stadium lanjut," kata Susanto.

Dijelaskan pula, ada sejumlah faktor risiko kanker payudara yang bisa diubah atau yang disebut faktor gaya hidup. Faktor ini antara lain kebiasaan merokok, minum alkohol, obesitas dan kurang aktivitas fisik.

"Sedangkan yang tidak bisa diubah misalnya faktor keturunan dan usia. Kunci sebetulnya deteksi sedini mungkin, makin awal makin baik dan harapan hidupnya juga makin besar," imbuhnya.


(Eko Fataip/CN33/SM Network)