• KANAL BERITA

Pasien DBD Didominasi Usia Dewasa

BAHAYA DEHIDRASI: Staf Humas Rumah Sakit Ken Saras bersama Brand Communication Executive Pocari Sweat Semarang, Syech Achmad Iqbal memberikan penyuluhan kepada pasien positif DBD yang dirawat di salah satu ruang rumah sakit tersebut, Jumat (1/2). (suaramerdeka.com/ Ranin Agung)
BAHAYA DEHIDRASI: Staf Humas Rumah Sakit Ken Saras bersama Brand Communication Executive Pocari Sweat Semarang, Syech Achmad Iqbal memberikan penyuluhan kepada pasien positif DBD yang dirawat di salah satu ruang rumah sakit tersebut, Jumat (1/2). (suaramerdeka.com/ Ranin Agung)

BERGAS, suaramerdeka.com - Humas Rumah Sakit Ken Saras, Elsih Lestanti menyebutkan, pasien positif demam berdarah dengue (DBD) yang masuk dan dirawat rata-rata berusia dewasa. Hingga kemarin, terdapat 10 warga yang dirawat intenstif.

“Berdasarkan data kami, belum tergolong kejadian luar biasa. Karena yang dirawat masih sedikit,” katanya, di sela mendampingi Tim Pocari Sweat yang datang untuk melihat kondisi pasien, Jumat (1/2).

Selebihnya, lanjut Tanti, pasien yang datang ke IGD sudah dirawat dan diperkenankan pulang ke rumah karena setelah diuji laboratorium hasilnya negatif DBD. Sementara itu, yang positif DBD, rata-rata ketika sampai IGD kondisi trombositnya sudah turun dratis.

“Prinsipnya, warga jangan sampai lengah. Jika demam lebih dari tiga hari, segera periksa ke dokter keluarga atau layanan kesehatan setempat,” imbuhnya.

Karena tergolong penyakit yang tidak menular, seluruh pasien positif DBD yang dirawat di Rumah Sakit Ken Saras tetap ditempatkan berdampingan dengan pasien lain. artinya, tidak ada ruang khusus untuk pasien positif DBD. Sejalan dengan itu, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk senantiasa waspada DBD.

“Jangan biarkan ada air yang menggenang, silahkan lapor ke perangkat desa/kelurahan jika ada temuan dugaan kasus DBD agar mendapat penanganan,” tandas Tanti.

Belanja hemat produk perawatan kecantikan dan kesehatan tubuh di sini

Brand Communication Executive Pocari Sweat Semarang, Syech Achmad Iqbal menambahkan, selain di Rumah Sakit Ken Saras, kunjungan sekaligus pemberian produk minuman untuk menghindari dehidrasi tersebut juga dilakukan di 11 kota se-Indonesia. Diantaranya di Medan, Jakarta, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Solo. Kemudian Surabaya, Malang, Denpasar, dan Makasar.

“Kami juga memberikan penyuluhan tentang bahaya dehidrasi. Terutama bagi pasien positif DBD, memang disarankan untuk minum yang cukup agar tidak dehidrasi,” imbuhnya.

Guna menekan angka kematian akibat DBD, di 11 kota tadi, pihaknya bersama lembaga terkait juga menggelar Kampanye DBD. “Data dari Kemenkes hingga akhir Januari 2019, tercatat ada 13.638 kasus DBD di Indonesia, dengan korban meninggal 132 orang,” tukas Iqbal.


(Ranin Agung/CN33/SM Network)