• KANAL BERITA

Sensor Motorik ABK Perlu Diasah

PERMAINAN BOLA: Mahasiswa dan anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) mencoba permainan bola sebagai salah satu bentuk melatih sensor motorik. (suaramerdeka.com / dok)
PERMAINAN BOLA: Mahasiswa dan anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) mencoba permainan bola sebagai salah satu bentuk melatih sensor motorik. (suaramerdeka.com / dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Anak berkebutuhan khusus yang termasuk dalam kategori Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) mengidap gangguan jangka panjang. Gangguan ini menyerang jutaan anak dengan gejala-gejala yang dapat berlangsung hingga dewasa. Semua orang memiliki kemungkinan menderita kondisi yang lebih sering dikenal dengan istilah hiperaktif.

Beberapa mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta melihat ADHD mencakup gangguan pada tiga aspek yaitu sulit memusatkan perhatian, hiperaktif dan impulsivitas. Mereka cenderung rendah diri, sulit berteman serta memiliki prestasi yang kurang memadai.

"Karena itu perlu terapi khusus yang fokus pada kekurangan tiap individu. Perlu modifikasi perilaku dan kesediaan orangtua untuk mengubah pola asuh mereka. Penderita ADHD tidak dapat disembuhkan akan tetapi dapat dikurangi gejalanya, antara lain melaui terapi, obat, lingkungan dan perubahan tingkah laku,'' ungkap Deanira Mareta Vernelya Prodi Ilmu Keolahragaan di kampusnya, Rabu. (30/1).

Ia dan teman-temannya, Dzikrina Saras Kurnia Prodi PJKR dan Firhan Dedy Pramudya dari Pendidikan Teknik Mesin tergerak membuat alat terapi berupa modifikasi sensor
motorik pada permainan sederhana untuk melatih kemampuan koordinasi dan keseimbangan penderita ADHD sekaligus dapat berfungsi sebagai arena permainan.

Menurut Deanira, ADHD merupakan kondisi medis yang mencakup disfungsi otak, ketika seseorang mengalami kesulitan dalam mengendalikan impuls, menghambat perilaku dan tidak mendukung rentang perhatian atau rentang perhatian mudah teralihkan. Jika terjadi pada seorang anak, dapat menyebabkan berbagai kesulitan belajar, kesulitan berperilaku, kesulitan sosial dan kesulitan-kesulitan lain yang saling berkaitan.

Modifikasi Sensor

Firhan menjelaskan perancangan desain alat dimulai dengan mengumpulkan dasar teori masing-masing komponen. Langkah berikutnya membuat rancangan fisik. Pada tahapan rancangan, peralatan dan bahan yang harus dipersiapkan yakni papan, bola mainan, LED, sensor IR, komponen elektronik kontrol.

Modifikasi sensor motorik pada permainan sederhana untuk melatih kemampuan koordinasi dan kesabaran  pada anak ADHD. Permainan dirancang bekerja secara otomatis ketika sensor IR mendeteksi seseorang sedang memegang salah satu bola. Telapak tangan transparan dibuat untuk memudahkan pencahayaan dari LED sehingga  telapak tangan transparan akan memancarkan warna sesuai dengan LED  yang menyala.

"Untuk menghindari tabrakan warna, dipasang sistem interlocking LED sehingga hanya akan ada satu warna yang menyala, tetapi ketika ada dua anak memegang bola pada papan maka maksimal warna yang boleh menyala juga ada dua. Artinya jumlah warna LED yang boleh menyala menyesuaikan dengan jumlah anak yang ada di dalam papan bola," paparnya.

Dapatkan perlengkapan kesehatan dengan harga termurah

Ia dan teman-temannya telah melakukan pengujianbeberapa tahap yakni pengujian desain alat, pengujian sensor dan sistem alat dan pengujian alat secara langsung kepada anak ADHD. Terbukti anak-anak senang dengan pemainan tersebut dan mau memainkannya.


(Agung Priyo Wicaksono/CN26/SM Network)