• KANAL BERITA

RSUD SMS Wonogiri Butuh 40 Mesin Hemodialisa

MASUK IGD : Seorang pasien dibawa masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Soediran Mangun Sumarso (SMS) Kabupaten Wonogiri, Kamis (17/1). (suaramerdeka.com/ Khalid Yogi)
MASUK IGD : Seorang pasien dibawa masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Soediran Mangun Sumarso (SMS) Kabupaten Wonogiri, Kamis (17/1). (suaramerdeka.com/ Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Jumlah mesin hemodialisa (pencuci darah) di RSUD Soediran Mangun Sumarso (SMS) Kabupaten Wonogiri masih kurang. Jumlah mesin hemodialisa di rumah sakit tersebut saat ini sebanyak 14 unit. Sedangkan kebutuhan minimalnya sebanyak 40 unit.

Direktur RSUD SMS Wonogiri Setyarini mengungkapkan, pihaknya akan mengembangkan pelayanan hemodialisa. Sesuai masterplan yang disusun, kebutuhan mesin hemodialisa direncanakan tercukupi pada 2020 mendatang.

"Kami baru punya 14 mesin HD (hemodialisa). Kebutuhan minimalnya sebanyak 40 mesin," katanya usai peresmian IGD baru di RSUD SMS Wonogiri, Kamis (17/1).

Pihaknya juga berencana menambah beberapa fasilitas dan peralatan lain, seperti pengadaan alat echocardiography atau ultrasonography (USG) khusus untuk jantung. "Pada 2019 nanti kami akan menambah dokter spesialis jantung," imbuhnya.

Selain itu, RSUD SMS Wonogiri berencana membeli Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) yakni alat pemecah batu menggunakan gelombang kejut yang ditembakkan dari luar tubuh, sehingga dokter tidak perlu membedah untuk menghancurkan dan mengeluarkan batu ginjal.

"Kalau yang kami punyai saat ini adalah teknologi laparoskopi. Hanya dengan sayatan kecil, sekitar satu centimeter, bisa menangani usus buntu," terangnya.

Fasilitas phacoemulsification rencananya juga diadakan 2019 mendatang. Dengan alat tersebut, dokter bisa mengoperasi penyakit katarak tanpa harus menunggu katarak pasien matang.

Bayar Iuran BPJS Kesehatan Online lebih mudah dan cepat di sini

Adapun gedung IGD yang baru kini lebih luas dengan fasilitas yang lebih lengkap. IGD baru tersebut dilengkapi 21 tempat tidur (bed). "Ruangan IGD yang baru ini lebih standar. Kalau yang lama dulu cuma punya 10 bed, yang baru ini ada 21 bed," ujarnya.

IGD baru dilengkapi Pelayanan Obstetri dan Neonatal Emergensi Dasar (Poned) dan peralatan radiologi. "RSUD Wonogiri menjadi rujukan dari delapan rumah sakit swasta yang ada di Kabupaten Wonogiri," katanya.


(Khalid Yogi/CN33/SM Network)