• KANAL BERITA

Tunggakan BJPS Dekati Rp 28 Miliar, RSPAU Lakukan Efisiensi

TANAM POHON: Secara simbolis Kepala Rumah Sakit Pusat TNI AU dr S Hardjolukito Marsma TNI DR. dr. Isdwiranto Iskanto Msc, SP. BS., Sp.KP, melakukan penanaman pohon dalam rangka Green Hospital di kompleks Sport Center rumah sakit setempat. (suaramerdeka.com/ Gading Persada)
TANAM POHON: Secara simbolis Kepala Rumah Sakit Pusat TNI AU dr S Hardjolukito Marsma TNI DR. dr. Isdwiranto Iskanto Msc, SP. BS., Sp.KP, melakukan penanaman pohon dalam rangka Green Hospital di kompleks Sport Center rumah sakit setempat. (suaramerdeka.com/ Gading Persada)

BANTUL, suaramerdeka.com - Manajemen Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Udara (RSPAU) dr S Hardjolukito Yogyakarta melakukan efiensi menyusul besarnya tunggakan pembayaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Tak tanggung-tanggung, tunggakan tersebut tercatat lebih dari Rp 20 miliar.

"Saya kira sama ya dengan rumah sakit lainnya dimana masih ada kendala (pembayaran) BPJS. Seperti selama empat bulan terakhir saja itu (tunggakannya) hampir mendekat Rp 28 miliar. Itu belum termasuk yang bulan-bulan sebelumnya ya," kata Kepala RSPAU dr S Hardjolukito Marsma TNI DR. dr. Isdwiranto Iskanto Msc, SP. BS., Sp.KP.

Menurut Isdwiranto, dalam pelaksanaannya pihak rumah sakit mengalami banyak kendala karena pembayaran (tunggakan) BPJS Kesehatan yang tersendat-sendat. Bahkan, pernah suatu ketika pihak rumah sakit sampai harus mengambil dana talangan dari pihak luar. Namun setelah akhirnya pihak rumah sakit melakukan protes, dana tunggakan tersebut bisa dibayarkan.

"Setelah dibayarkan kami tetap survive lagi, tapi kan sifatnya sementara karena muncul tunggakan bulan berikutnya. Apalagi kami harus menjalankan program pemerintah lewat BPJS ini dimana kami tidak boleh menolak pasien. Apalagi ada tunggakan obat yang belum dibayar juga," papar jenderal dengan satu bintang di pundaknya tersebut.

Meski masih ada saja tunggakan BPJS yang muncul, Isdwiranto mengaku rumah sakit yang dipimpinnya tak tinggal diam. Langkah efiensi diambil sebagai salah satu solusi nyata. "Ya kami lakukan efisiensi di semua sektor. Seperti penggunaan obat, lalu operasional yang bisa dikurangi, ya kami kurangi," tutur dia.

Dapatkan promo menarik produk perawatan kecantikan dan kesehatan tubuh di sini

Menurut dia, sejatinya keberadaan BPJS Kesehatan sangat baik untuk masyarakat. Namun karena yang ter-cover sangat besar dalam jumlahnya, akhirnya pembayaran klaim ke rumah sakit menjadi terhambat.

"Kalau pembayaran klaim BPJS lancar sebenarnya bagus. Di tempat kami saja hanya 10 persen yang pasien umum nonBPJS. Kalau pembayaran (klaim) lancar BPJS itu selain untuk operasional juga kami gunakan sebagai peningkatan fasilitas rumah sakit, seperti pembangunan IGD. Ujung-ujungnya untuk masyarakat juga," tandas dia.


(Gading Persada /CN33/SM Network)