• KANAL BERITA

Konsumsi Tiwul Berlebih Picu Gondok

MENYERAHKAN TUMPENG : Bupati Wonogiri Joko 'Jekek' Sutopo menyerahkan tumpeng kepada para Dharmawanita Kabupaten Wonogiri di pendapa kabupaten tersebut, Rabu (19/12). (suaramerdeka.com/ Khalid Yogi)
MENYERAHKAN TUMPENG : Bupati Wonogiri Joko 'Jekek' Sutopo menyerahkan tumpeng kepada para Dharmawanita Kabupaten Wonogiri di pendapa kabupaten tersebut, Rabu (19/12). (suaramerdeka.com/ Khalid Yogi)

WONOGIRI, suaramerdeka.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonogiri Adhi Dharma mengingatkan mengonsumsi gaplek, tiwul atau singkong secara berlebihan berpengaruh pada penyakit gondok dan kretin di beberapa wilayah Kabupaten Wonogiri.

Pasalnya, makanan tersebut bersifat goitrogenik yakni mengandung zat yang mengganggu kinerja kelenjar gondok atau tiroid. Salah satu penyebab penyakit gondok dan kretin di kabupaten tersebut adalah pola makan dan kebiasaan puluhan tahun.

"Warga banyak mengkonsumsi tiwul atau singkong. Singkong itu bersifat goitrogenik yang mengambil zat yodium dari tubuh," katanya saat seminar bertema Mencegah dan Menanggulangi Penyakit Gondok Kretin dan Stunting di pendapa kabupaten tersebut, Rabu (19/12).

Penderita gondok dan kretin tersebar di 24 kecamatan. Hanya satu kecamatan bebas dari penderita penyakit tersebut, yakni Kecamatan Paranggupito. Total penderita gondok dan kretin 1.300 orang.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, gondok, kretin, dan stunting tidak sekadar persoalan kesehatan, tetapi dipengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat yang belum memiliki kesadaran hidup sehat. Masih banyak di antara mereka di bawah garis kemiskinan.

Pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk menanggulangi. Antara lain mengawasi peredaran garam beryodium di pasar dan mengatur pola asupan gizi yang berimbang.


(Khalid Yogi/CN33/SM Network)