• KANAL BERITA

RSUD Tidar Bakal Tambah 140 TT Kelas III

Penuhi Syarat 30 Persen

GEDUNG 6 LANTAI: Pembangunan gedung 6 lantai RSUD Tidar Kota Magelang mulai terlihat segera selesai yang akan digunakan untuk tempat rawat inap khusus kelas II dan III. (Suaramerdeka.com/ Asef Amani)
GEDUNG 6 LANTAI: Pembangunan gedung 6 lantai RSUD Tidar Kota Magelang mulai terlihat segera selesai yang akan digunakan untuk tempat rawat inap khusus kelas II dan III. (Suaramerdeka.com/ Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tidar Kota Magelang akan menambah 140 tempat tidur (TT) khusus kelas III pada Maret 2019 mendatang. Hal ini sebagai upaya menyesuaikan syarat minimal 30 persen jumlah TT untuk kelas III sesuai dengan Permenkes No 56 Tahun 2014.

Direktur RSUD Tidar Kota Magelang, dr Sri Harso mengatakan, selain menyesuaikan aturan yang berlaku, tambahan TT kelas III ini juga bagian dari upaya memberi pelayanan maksimal kepada pasien. Penambahan tersebut direncanakan akan dimulai pada Maret 2019.

“Sesuai aturan, ketersediaan TT minimal 30 persen untuk kelas III. Kita akan memenuhi itu dengan tambahan TT dari total saat ini sebanyak 312 TT. Harapannya tidak ada lagi pasien yang datang ke RSUD Tidar tertolak, karena alasan TT penuh,” ujarnya di kantornya, Kamis (13/12).

Dia menuturkan, penambahan TT ini juga seiring akan selesainya pembangunan gedung 6 lantai yang saat ini realisasi sudah 92 persen. Dimungkinkan gedung akan diresmikan pada Maret 2019 nanti.

“Gedung lantai 6 ini khusus untuk rawat inap dan rencana akan terhubung dengan gedung lantai 5 yang sudah beroperasi. Pembangunan harus selesai pada 20 Desember nanti,” katanya.

Selain penambahan tempat tidur kelas III, pihaknya juga berencana menambah fasilitas di ICU (Intensive Care Unit). Di layanan utama rumah sakit ini, akan ditambah menjadi 50 TT, dari sebelumnya hanya 29 TT.

“Untuk layanan UGD akan kita pasang monitor khusus supaya dapat diketahui ketersediaan tempat tidur dalam setiap ruangan. Jika ada pasien pulang atau masuk pun dapat diketahui tanpa harus datang ke lokasi langsung,” jelasnya.

Di samping fasilitas, rumah sakit yang pada tahun 2017 lalu menyabet predikat Bintang Lima ini juga berencana menambah jumlah dokter umum dan spesialis. Saat ini sudah ada 19 dokter umum dan 39 dokter spesialis.

“Rencana menambah 3 dokter spesialis jantung dan 1 dokter diagnosa pembuluh darah. Lalu, jam operasi dokter bedah akan ditambah hingga pukul 21.00 WIB. Bahkan, saat hari libur nanti akan ada dokter yang jaga,” paparnya.

Menurutnya, rencana penambahan jadwal layanan dokter bedah ini, karena melihat banyaknya pasien yang terpaksa menunggu beberapa hari lantaran tidak ada dokter jaga. "Diharapkan adanya tambahan jam hingga malam hari ini, dapat memudahkan pasien mendapatkan layanan cepat," ungkapnya.


(Asef Amani/CN33/SM Network)