• KANAL BERITA

Renalteam Buka Klinik Hemodialisa Gunakan Air Steril

Foto Istimewa
Foto Istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Penyakit ginjal kronis termasuk dalam 10 besar penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian. Penyebab paling umum dari penyakit ginjal adalah diabetes dan hipertensi yang timbul dari gaya hidup yang malas bergerak, pola makan yang salah dan bertambahnya usia. 

dr Okki Ramadian Sp.PD menyatakan pada penyakit ginjal tahap akhir atau gagal ginjal, ginjal berhenti berfungsi secara normal sehingga cairan ataupun kotoran mulai menumpuk di dalam tubuh. Pasien gagal ginjal memiliki dua pilihan: transplantasi ginjal atau hemodialisa. Namun ketersediaan organ ginjal untuk transplantasi sangat kurang sehingga kebanyakan pasien gagal ginjal memilih perawatan hemodialisa. 

“Perawatan hemodialisa mengambil alih tugas ginjal untuk membuang kelebihan cairan dan menyaring produk limbah dari darah, mengatur tekanan darah, keseimbangan elektrolit, dan produksi sel darah merah dalam tubuh. Oleh karena itu perawatan Hemodialisa yang tepat dan berkualitas tinggi sangat panting untuk kelangsungan kesehatan pasien”, paparnya di Jakarta, Selasa (23/10).

Okki menekankan Hemodialisa bagi pasien sangat disarankan dilakukan 3 kali seminggu. Di sisi lain, pasien juga harus menjalani gaya hidup yang sehat secara keseluruhan. 

"Olahraga rutin, diet sehat, berhenti merokok dan mengelola stres Anda adalah hal-hal yang akan meningkatkan harapan hidup pasien. ”jelasnya. 

Kebutuhan perawatan pasien gagal ginjal yang cukup tinggi di Indonesia membuat Renalteam Clinic membuka cabangnya di Pondok Indah, Jakarta. 

"Kami membuka klinik pertama kami di Indonesia tepatnya di daerah Pondok Indah Jakarta Selatan. Dengan investasi sekitar Rp. 30 miliar atau setara 2 juta dolar AS, kami menyiapkan 22 ruang perawatan dan mesin. Setiap mesin bisa melakukan perawatan dua kali dalam sehari sehingga dalam sehari kami bisa melayani 44 pasien, " kata Presiden Direktur RenalTeam Clinic Chan Wai Chuen. 

Pada proses perawatan hemodialisa , air adalah faktor utama dan dibutuhkan dalam jumlah yang besar yakni mencapai 120 liter untuk satu pasien dalam satu perawatan. Oleh sebab itu kualitas air menjadi sangat penting. Renalteam memastikan air yang digunakan berkualitas baik bebas dari kuman,  bakteri ataupun bahan-bahan kimia lainnya. Pasien gagal ginjal dengan masalah kesehatan tambahan seperti diabetes, hipertensi atau penyakit kardiovaskular sangat rentan terhadap kualitas air yang buruk.

“RenalTeam dengan bangga menjadi klinik hemodialisa pertama di Indonesia yang menggunakan Reverse Osmosis (RO) Water System dari Swedia  untuk memastikan kualitas air yang baik bagi seluruh proses cuci darah di klinik kami. RO water system memiliki membran khusus yang didesain untuk meminimalisir terjadinya kontaminasi dalam air sehingga menghasilkan perawatan yang lebih baik bagi pasien, " paparnya. 

Dia menekankan keselamatan pasien adalah hal utama dalam perawatan hemodialisa berkualitas tinggi. 

"Klinik kami menerapkan langkah-langkah keselamatan pasien yang sama seperti yang diterapkan di semua Klinik RenalTeam di Singapore dan Malaysia. Ini termasuk penggunaan mesin hemodialisa individu di setiap ruangan dan ruang isolasi khusus untuk pasien hepatitis. Infeksi virus hepatitis sering menyerang pasien gagal ginjal, oleh karenanya kami memisahkan tempat perawatan pasien hepatitis sehingga tidak ada peluang untuk terjadi penularan ” tegasnya. 

Selain itu, pasien RenalTeam juga didorong untuk memahami dan berpartisipasi aktif dalam kelangsungan kesehatan mereka. Melalui aplikasi mobile khusus pasien RenalView, pasien memiliki akses ke informasi diagnosis dan rencana pengobatan mereka, kondisi kesehatan mereka, hasil laboratorium hingga obat-obatan. RenalView memberikan akses kepada pasien dan pihak keluarga dapat melihat catatan kesehatan mereka kapan saja dan di mana saja, sehingga diharapkan secara psikologis dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada pasien dan membantu kondisi kesehatan mereka secara keseluruhan.
 


(Kartika Runiasari/CN19/SM Network)