• KANAL BERITA

Data Kesehatan Keluarga, Petugas Puskesmas Dikerahkan

Foto: suaramerdeka.com/ dok
Foto: suaramerdeka.com/ dok

SLEMAN, suaramerdeka.com - Sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan, petugas dari puskesmas di Kabupaten Sleman berkunjung langsung ke rumah-rumah warga. Kegiatan ini merupakan implementasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK).

Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Cahya Purnama menjelaskan, tahun ini seluruh puskesmas sudah melakukan pemeriksaan keluarga dari rumah ke rumah. Tahun lalu baru 5 puskesmas yang melaksanakannya yaitu Puskesmas Kalasan, Mlati 2, Minggir, Ngemplak, dan Sleman.

"Sekarang sudah semua puskesmas. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, jajaran puskesmas membentuk tim. Total ada 391.016 KK yang menjadi sasaran," kata Cahya, Jumat (12/10).

Petugas yang menyambangi rumah warga akan melakukan pendataan kesehatan dengan mendasarkan 12 indikator. Diantaranya keluarga mengikuti program KB, persalinan, imunisasi dasar lengkap, ASI eksklusif, dan pengobatan TBC, hipertensi, serta pasien gangguan jiwa.

Indikator lainnya adalah anggota keluarga tidak ada yang merokok, keanggotaan JKN, akses air bersih, dan penggunaan jamban sehat. Selain mendata indikator kesehatan, petugas juga akan memberikan edukasi masalah edukasi, observasi lingkungan, dan memeriksa tensi anggota keluarga.

"Lewat data tersebut diharapkan bisa diketahui kondisi riil kesehatan warga dan lingkungannya. Sehingga bila ditemukan permasalahan kesehatan, bisa sekaligus dilakukan tindakan pencegahan maupun penanganan," terangnya.

Hasil pendataan itu juga dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan jika sewaktu-waktu muncul indikasi masalah penyakit tertentu di suatu wilayah.

Menurut Cahyo, pemecahan masalah kesehatan bukan hanya tugas Dinkes melainkan lintas sektor terkait sehingga kegiatan PIS PK bisa ditindaklanjuti dengan program lain yang mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Terlebih, hasil pendataan kesehatan keluarga ini nantinya dapat diakses oleh Kemenkes melalui aplikasi.

Bupati Sleman Sri Purnomo terus mendorong kegiatan ini karena masyarakat bisa merasakan langsung dampak positifnya lewat check up kesehatan. Disamping itu, petygas juga akan mengetahui keluhan penyakit yang diderita anggota keluarga sejak dini sehingga bisa penanganan dilakukan lebih cepat.

"Dengan kegiatan ini, masyarakat miskin dapat pula mengakses pelayanan kesehatan. Jika tidak mampu menjangkau sarana kesehatan terdekat, bisa diakses lewat home care atau program perawatan kesehatan masyarakat oleh petugas medis," terang Sri.


(Amelia Hapsari/CN33/SM Network)