• KANAL BERITA

Tiap Hari 80 Bayi Lahir di Tegal

Aseptor Pria Dapat Uang Saku Rp 300 Ribu

Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Aryani menyampaikan paparan saat sosialisasi Program Pengendalian Penduduk Bersama Mitra Kerja di GOR Aditia, Jatinegara, Kabupaten Tegal. (suaramerdeka.com/ M Firdaus Ghozali)
Anggota Komisi IX DPR RI Dewi Aryani menyampaikan paparan saat sosialisasi Program Pengendalian Penduduk Bersama Mitra Kerja di GOR Aditia, Jatinegara, Kabupaten Tegal. (suaramerdeka.com/ M Firdaus Ghozali)

JATINEGARA, suaramerdeka.com - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Tegal, Ahmad Thosim mengungkapkan dalam satu tahun, tercatat ada 29 ribu bayi lahir di Tegal atau rata-rata 80 bayi lahir setiap hari.

Laju pertumbuhan penduduk di Kabupaten Tegal perlu dikendalikan melalui program KB secara gratis.

"Khusus untuk KB pria, Pemkab Tegal malah akan memberikan uang saku sebesar Rp 300 ribu per orang. Jadi, gantian, giliran pria yang harus ikut KB," kata Thosim saat Sosialisasi Program Pengendalian Penduduk Bersama Mitra Kerja di GOR Aditia, Jatinegara, Selasa (14/8).

"Jika dirata-rata, dalam satu bulan ada 2.400 bayi lahir. Dalam satu hari, ada sekitar 80 bayi yang lahir. Data tersebut selaras dengan jumlah permohonan pembuatan akta kelahiran di Disdukcapil mencapai 100 pemohon setiap harinya," kata Thosim.

Selain itu, lanjut dia, pernikahan usia dini juga perlu dihindari untuk mengendalikan angka kelahiran. Tingginya jumlah penduduk, dikhawatirkan akan berdampak pada berbagai masalah, seperti kemiskinan, rendahnya kualitas pendidikan, dan rendahnya kesehatan masyarakat.

Anggota Komisi IX DPR RI, Dewi Aryani, menyebutkan, pihaknya bersama instansi seperti BKKBN Jawa Tengah dan Pemkab Tegal, menggagas pentingnya sosialisasi program pengendalian penduduk kepada masyarakat.

"Sosialisasi dilakukan di 24 lokasi di Kota/Kabupaten Tegal dan Brebes. Sebanyak 13 titik atau 13 kecamatan di Kabupaten Tegal, dan 11 kecamatan di Kota Tegal dan Brebes," ujarnya.

Program pengendalian penduduk perlu digencarkan guna meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sosialisasi diikuti ratusan warga, perwakilan dari BKKBN Jawa Tengah, pejabat Muspika Jatinegara, anggota DPRD dapil setempat, dan para kader KB setempat.


(M Firdaus Ghozali/CN33/SM Network)