Kesehatan Mental Anak Rentan Terganggu, Berikut Peran Bijak Orang Tua

- Sabtu, 27 Maret 2021 | 17:17 WIB
suaramerdeka.com/dok
suaramerdeka.com/dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Menjaga kesehatan mental menjadi sebuah keharusan di tengah pandemi. Tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tapi juga anak-anak. Pasalnya, selama setahun belakangan ini, masyarakat dipaksa untuk melakukan banyak perubahan.

Psikolog dari Global Sevilla, Alva Paramitha menyebut, justru anak-anak mengalami tingkat stres yang lebih tinggi daripada yang dialami oleh para orang dewasa.

"Jangan dipikir anak-anak tidak stres. Anak-anak dua kali lipat menanggung stres dibanding orang dewasa. Dia tidak mendapat matahari yang cukup, tidak bisa bermain outdoor, yang seharusnya menjadi simulasi perkembangan otak dan tubuhnya," ujar Alva dalam webinar "Creating Connecting Between Parents and Kids", Sabtu (27/3).

Baca Juga: Tiga Persoalan Besar Kesehatan Mental Muncul Saat Pandemi, Apa Saja?

Menurutnya, akar emosi yang muncul bisa disebabkan karena rasa takut dan kesepian. Dan hal tersebut bisa meningkat menjadi depresi.

Dia menyebut, data WHO di tahun 2020 menunjukkan bahwa 10-20 persen usia anak dan remaja sudah mengalami gejala gangguan mental. Bahkan, 15 persen remaja usia 15-19 tahun di negara berkembang sudah berpikiran untuk melakukan bunuh diri.

Baca Juga: RSUD Dr Tjitrowardojo Screening Kesehatan Mental Ratusan Siswa

Sebagai praktisi kesehatan mental, dia pun menemukan fakta bahwa pandemi telah menyebabkan anak mengalami perkembangan mental yang tidak stabil. "Mereka takut dan frustasi ditambah dengan keadaan di sekelilinnya," ujarnya.

Tentunya, orang tua memiliki peran penting untuk menjaga kesehatan mental anak. Dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, banyak orang tua yang tetap ingin menjadi "teman" terbaik bagi anak-anak mereka. Sayangnya, masa pandemi menjadikan sulit untuk menjadi karakter tersebut.

Oleh karena itu, sambung dia, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh para orang tua untuk menjadi menjaga kesehatan mental anak. Utamanya dengan keterbatasan yang terjadi kala pandemi.

Bersama dengan anak-anak, orang tua bisa melakukan berbagai kegiatan yang membangkitkan hormon kebahagiaan, semisal berolahraga bersama. Kemudian, orang tua harus bisa menjadi pendengar yang baik buah hatinya.

Baca Juga: Vaksinasi Anak-Anak Tunggu Rekomendasi WHO

Selain itu, penting juga untuk melakukan komunikasi non-verbal. "Komunikasi non verbal ini ternyata lebih penting daripada komunikasi verbal. Kita bisa melihat prilaku mereka, dan ini penting," tuturnya.

Hal penting lain adalah dengan mengajak anak untuk menemukan hobi barunya. Lalu, bermain bersama juga bisa menjadi cara efektif untuk menjaga kesehatan mental anak.

"Lepaskan gadget anda, lalu bermain bersama, berkebun atau bersepeda," katanya.

Selanjutnya, melakukan relaksasi dengan mindfulness juga bisa membantu anak untuk mengatasi stres. Kita ajari anak untuk mengenal apa yang menyebabkan stres dan bagaimana mengatasinya.

"Terakhir adalah support. Ini penting untuk berikan motivasi dengan memberikan kata-kata positif. Hindari kata 'jangan' dan penuh kritik. Kita harus bisa meluangkan waktu dengan anak," kata Alva.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Manfaat Ikan Betutu untuk Kesehatan dan Kecantikan

Rabu, 20 Oktober 2021 | 07:18 WIB

Tips Mudah Mengatasi Sepatu Kebesaran

Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:18 WIB

Ini Dia Tiga Cara Mengatasi Bibir Kering

Minggu, 17 Oktober 2021 | 23:39 WIB

Enam Manfaat Minyak Kasturi untuk Kecantikan

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 09:22 WIB

Ini Gaya Pakaian yang Unik dari Stylist Aespa

Kamis, 7 Oktober 2021 | 16:44 WIB

Manfaat Masker Alpukat bagi Wajah

Sabtu, 25 September 2021 | 17:26 WIB
X