Kenali Dulu Baik Buruk "Game"

- Kamis, 12 Maret 2020 | 13:27 WIB
Foto Istimewa
Foto Istimewa

SAAT bermain game bagi anak-anak adalah aktivitas yang menyenangkan. Apalagi kini, banyak game tersedia dalam berbagai variasi, mulai dari game komputer dan game online, dari perangkat nintendo, sega, hingga yang paling canggih, playstation, ps2 dan xbox. Tampilan game yang seru dan menarik, bahkan sanggup membuat anak-anak terpukau dan kecanduan.

"Dalam keadaan berkonsentrasi hingga terpukau, misal saat bermain game, gelombang alfa pada otak dalam keadaan aktif. Ini tentu saja memudahkan informasi yang tertangkap menjadi lebih cepat terserap," ungkap bunda Wening, konsultan anak dari As-Syifa Institute.

Selain game memiliki efek positif, yaitu melatih kombinasi gerak mata, tangan dan otak, hingga melatih kemampuan anak untuk fokus dan berkonsentrasi, ternyata game juga menyumbang efek negatif bagi perkembangan anak. "Apalagi game online ya, banyak sekali menampilkan kekerasan, pertarungan berdarah-darah hingga pakaian yang kelewat seronok," imbuh bunda Wening, yang merasa prihatin dengan efek negatif yang ditularkan game pada anak-anak.

Kecanduan anak terhadap game membuat anak cenderung apatis (cuek) terhadap lingkungan, dan terbiasa menjadi pengendali (controller). "Apalagi saat ketauan kalah bermain, si anak bisa dengan mudahnya mengatur kapanpun dia bisa menang," jelasnya lagi. "Hal ini membuat anak cenderung tak mau kalah, tidak boleh kecewa bahkan gagal. Yang artinya, anak harus mendapat apapun yang diinginkannya," tambahnya.

Kadang tak disadari anak-anak, game sebenarnya telah mengendalikan mereka sedemikian rupa, "ya seakan-akan game telah berubah menjadi tuan mereka," jelas bunda Wening. Namun, ditambahkannya lagi, hal ini tak terlepas dari peran orang tua juga sehingga anak-anak menjadi kecanduan bermain game.

Disaat orang tua sibuk dan meminta waktu untuk diri mereka sendiri, dengan mudahnya mereka menyuruh anak-anak untuk bermain game saja. Misalnya, bunda Wening memberi contoh, "Mama lagi sibuk nih, sudah sana main game saja." Sayang, keinginan anak membeli PS atau bermain game ini tak diikuti pula kesediaan orang tua untuk bertanya terlebih dulu tentang apa manfaat dan kerugian anak-anaknya bermain game," jelas bunda Wening, gamblang.

Apalagi seharusnya ada kesepakatan antara anak dan orang tua saat membeli perangkat video game (misal, PlayStation). Hal ini agar orang tua tahu jelas manfaat dan segi efektivitas dari game tersebut. "Jangan sampai anak-anak kehilangan waktu untuk makan, beristirahat, juga tidak bisa mengatur waktu belajar mereka," ungkap bunda Wening.

Bunda Wening menyarankan agar penggunaan komputer atau internet di rumah, sebisa mungkin diberi "pengaman", sekuritas password, sehingga anak-anak lebih terkendali dalam menggunakan komputer di rumah. Selain itu, orang tua juga perlu mengendalikan uang saku putra-putri mereka, "ini berlaku jika anak menyukai bermain PS di rental PS," mengingat ada beberapa kasus, anak-anak yang tak takut mencuri uang orang tuanya demi bisa bermain PS.

Jika sudah terlihat kecanduan nge-game, orang tua bisa mengalihkan si anak dengan menawarkan kegiatan lain yang lebih menarik, misalnya les musik. Dijelaskan bunda Wening, hal ini untuk memberikan pandangan pada anak bahwa tak hanya game yang terlihat menarik dan seru, tetapi kegiatan lain juga sama serunya.

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Manfaat Ikan Betutu untuk Kesehatan dan Kecantikan

Rabu, 20 Oktober 2021 | 07:18 WIB

Tips Mudah Mengatasi Sepatu Kebesaran

Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:18 WIB

Ini Dia Tiga Cara Mengatasi Bibir Kering

Minggu, 17 Oktober 2021 | 23:39 WIB

Enam Manfaat Minyak Kasturi untuk Kecantikan

Sabtu, 9 Oktober 2021 | 09:22 WIB

Ini Gaya Pakaian yang Unik dari Stylist Aespa

Kamis, 7 Oktober 2021 | 16:44 WIB

Manfaat Masker Alpukat bagi Wajah

Sabtu, 25 September 2021 | 17:26 WIB

Cegah Munculnya White Cast di Wajah, Coba Cara Ini

Sabtu, 18 September 2021 | 20:14 WIB
X