Mudik, Saatnya Belanja Batik Pasar Setono

- Selasa, 4 Juni 2019 | 05:11 WIB
MEMILIH: Pemudik memilih batik di salah satu kios di Pasar Grosir Setono, Senin (3/6).  (SM/ Isnawati)
MEMILIH: Pemudik memilih batik di salah satu kios di Pasar Grosir Setono, Senin (3/6). (SM/ Isnawati)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com – Momentum mudik Labaran dimanfaatkan warga yang pulang kampung untuk belanja  batik murah berkualitas di pusat-pusat grosir batik. Sejumlah pemudik yang akan pulang ke kampung halaman singgah di Pasar Grosir Setono untuk membeli batik.

Dari pantauan di Pasar Grosir Setono, Minggu (2/6), sejumlah mobil dengan pelat nomor B dan F tampak memadati area parkir Pasar Grosir Setono. Mereka singgah di Pasar Grosir Setono untuk berbelanja batik sembari melepas lelah setelah berkendara selama berjam-jam.

Inneke (45), pemudik dari Bogor tampak memilih batik di salah satu kios di Pasar Grosir Setono bersama dua anaknya. Menurut Inneke, sengaja keluar dari jalan tol untuk singgah ke Kota Pekalongan karena ingin berbelanja batik.

‘’Kami memang sengaja keluar tol untuk mampir ke Kota Pekalongan. Kami ingin belanja batik karena Pekalongan khas batik. Jadi mesti beli batik sekaligus untuk menanamkan ke anak-anak agar mencintai batik,’’ kata Inneke.

Menurut Inneke, sejak lima tahun terakhir, setiap kali mudik, keluarganya selalu singgah ke Kota Pekalongan untuk belanja batik. ‘’Kalau pas mudik begini beli batiknya untuk dipakai sendiri. Nanti  kalau pas balik, kami mampir lagi ke sini untuk beli batik buat oleh-oleh teman kerja, kalau uangnya masih ada tapi,’’ katanya.

Selain keluarga Inneke, Annisa (35) dan suami juga singgah ke Pasar Grosir Setono untuk beli batik sebelum melanjutkan perjalanan ke Semarang. ‘’Mau mencari oleh-oleh buat ibu mertua,’’ kata Annisa saat memilih gamis batik di salah satu toko batik di Pasar Grosir Setono.

Tanti, salah seorang pedagang batik di Pasar Grosir Setono mengatakan, beberapa hari menjelang Lebaran Pasar Grosir Setono ramai didatangi pemudik. ‘’Tahun ini sepertinya lebih ramai. Banyak mobil pemudik ke sini. Kalau tahun lalu nggak banyak mobil ke sini,’’ kata Tanti.

Namun pedagang lain, Sari Dewi, mengatakan sebaliknya. Menurutnya, pada masa Lebaran tahun ini tidak seramai tahun sebelumnya. ‘’Penjualan turun 30 persen dibandingkan tahun lalu,’’ kata dia.

Sari Dewi mengatakan, sejak Sabtu dan Minggu, penjualan di tokonya belum sesuai target. ‘’Selama dua hari cari Rp 2 juta susah banget. Kalau tahun lalu, pada masa-masa mendekati Lebaran seperti ini sehari bisa tembus Rp 4 juta hingga Rp 5 juta,’’ terangnya.

Halaman:

Editor: Rosikhan

Tags

Terkini

X