Ketoprak Efektif Sampaikan Pesan 

- Rabu, 22 Mei 2019 | 15:28 WIB
Bambang Wisnu, Kepala Dinas Pendapatan dan Aset Daerah DIY, saat memberikan materi dihadapan peserta workshop. (Foto : suaramerdeka.com/Sugiarto)
Bambang Wisnu, Kepala Dinas Pendapatan dan Aset Daerah DIY, saat memberikan materi dihadapan peserta workshop. (Foto : suaramerdeka.com/Sugiarto)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Semula ketoprak merupakan hiburan rakyat, yang diciptakan oleh seseorang di luar kerjaan. Biasanya untuk mengisi kekosongan masyarakat, kemudian mereka menyiapkan panggung dan berlagak menjadi raja, pejuang, pangeran, putri, dan siapapun yang mereka inginkan.

Pada perkembangannya, menurut Dr Manu W Padmadipura Wansawikrama, dosen Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), hiburan ketoprak juga dinikmati oleh anggota kerajaan. Untuk menghibur penonton agar lebih meriah lagi, maka disetiap penampilannya selalu ada pelawak yang membuat ketoprak terasa semakin hidup.

Dr Wanu W Padmadipura Wansawikrama mengatakan itu dihadapan peserta Workshop Penulisan Naskha Ketoprak di Hotel Horaios, Jalan Gowongan, Yogyakarta, Rabu (22/5). Diikuti para seniman, budayawan, pelaku seni, pengamat seni, pemain ketoprak dan banyak lagi lainnya. 

Acara yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan Yogyakarta tersebut, menampilkan sejumlah pembicara diantaranya Imam Samroni, praktisi medos, Bambang Paningrom, pelaku dan pengamat seni, Herman Sinung Janutama, pelaku seni, Den Baguse Ngarsa, Aris Eko Nugroho, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Bambang Wisnu, Kepala Dinas Pendapatan dan Aset Daerah DIY.

Karena pada dasarnya, lanjut Wanu, ketoprak adalah seni pertunjukan rakyat tradisional yang sangat terkenal, khususnya di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ketoprak merupakan kesenian Jawa tradisional yang penyajiannya menggunakan Bahasa Jawa.

Jalan cerita dalam pementasan ketoprak bermacam-macam, mulai dialog tentang sejarah, sampai cerita fantasi yang biasanya selalu didahului dengan alunan 'tembang-tembang' Jawa yang indah. Kostum dan dandanannya selalu disesuaikan dengan adegan dan jalan ceritanya.

Seni pertunjukan ketoprak sering digunakan untuk menghibur. Biasanya pertunjukan ketoprak diirngi gamelan, dari tahun ke tahun dalam struktur pementasan ketoprak sering kali mengalami sedikit perubahan. Bentuknya semakin bervariasi gaya dan lebih atraktif dalam memainkan lakon.

Dalam masa pembangunan seperti sekarang ini, lanjut dia, seni pertunjukan ketoprak cukup efektif untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan, khususnya bagi masyarakat pedesaan atau masyarakat secara umum. Pesan yang ingin disampaikan sebagai contoh penampilan tokoh-tokoh para abdi/pembantu pada pertunjukan ketoprak.

Mereka inilah yang menggambarkan figur-figur rakyat, sehingga bila kritik-kritik sosial atau media penerangan disampaikan melalui mereka. Pesan-pesan pembangunan yang ingin disampaikan bisa dari berbagai topik sesuai dengan keinginannya. 

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Kukrit Ditunjuk Jadi Ketum PPHI Jateng

Selasa, 24 Januari 2023 | 16:40 WIB

Gerindra Jateng Sambut Sekber Gerindra-PKB Pemilu 2024

Selasa, 24 Januari 2023 | 08:03 WIB
X