JKN-KIS, Tumpuan Keluarga di Tengah Pandemi Corona

- Sabtu, 28 Agustus 2021 | 15:16 WIB
Warniti (54) mengecek kondisi Sulistiyani (21) yang sakit gagal ginjal kronik yang terbaring di ruang tengah rumahnya, di Desa Pekiringanalit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis (26/8). (suaramerdeka.com/Isnawati)
Warniti (54) mengecek kondisi Sulistiyani (21) yang sakit gagal ginjal kronik yang terbaring di ruang tengah rumahnya, di Desa Pekiringanalit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis (26/8). (suaramerdeka.com/Isnawati)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Usai shalat ashar, Warniti (54) mengecek kondisi Sulistiyani (21) yang terbaring di ruang tengah rumahnya, di Desa Pekiringanalit, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis (26/8). Kemudian, ia memeriksa tabung oksigen di dekatnya.

“Kondisinya sempat membaik. Namun seminggu ini drop lagi. Bahkan kalau malam, nafasnya susah, perlu dibantu oksigen,” kata Warniti menjelaskan kondisi anaknya.

Kehidupan keluarga Warniti terasa begitu berat selama pandemi corona (Covid-19). Di tengah tekanan ekonomi yang menghimpit keluarganya, Warniti juga harus berjuang untuk kesembuhan anak bungsunya.

Sulistiyani menderita gagal ginjal kronik atau chronic kidney disease (CKD) sejak Agustus 2020. Sehingga ia harus menjalani hemodialisa (cuci darah) seminggu dua kali di RSUD Kajen.

Namun, Warniti bersyukur karena selama anaknya menjalani cuci darah, tidak ada biaya yang dikeluarkan.

“Alhamdulillah, kami tidak pernah membayar,” jelasnya.

Keluarga Warniti terdaftar sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen pekerja bukan penerima upah (PBPU) kelas 3.

Warniti tidak bisa membayangkan seandainya keluarganya tidak terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

Dengan pendapatan keluarganya yang tidak menentu pada masa pandemi ini, anaknya mungkin tidak bisa menjalani cuci darah secara rutin.

Suaminya, Sucipto (60) bekerja sebagai kuli bangunan. Namun selama pandemi Covid-19, tidak setiap hari berangkat kerja karena semakin jarang warga membangun rumah. Sehingga pendapatannya turun drastis.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X