Limbah Medis jadi Masalah, Mahasiswa UGM Sulap Sarung Tangan Lateks jadi Bahan Bakar Diesel

- Kamis, 26 Agustus 2021 | 16:55 WIB
Penelitian limbah sarung tangan lateks menjadi bahan bakar diesel (Foto Istimewa)
Penelitian limbah sarung tangan lateks menjadi bahan bakar diesel (Foto Istimewa)

 

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Upaya mengolah limbah menjadi bahan bermanfaat terus berlangsung. Ini sebagai salah satu usaha mengurangi pencemaran sekaligus mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang berguna.

Mahasiswa UGM pun mencoba melakukannya. Kali ini mereka memanfaatkan sarung tangan lateks. Seperti diketahui, sarung tangan lateks merupakan salah satu alat pelindung diri (APD) yang biasa digunakan saat bekerja di laboratorium.

Namun, semenjak pandemi Covid-19, sarung tangan lateks tidak hanya digunakan oleh orang yang bekerja di laboratorium, melainkan juga para tenaga medis beserta masyarakat umum.

''Penggunaan sarung tangan latex suntuk melindungi tangan dari kontaminasi virus yang berbahaya namun tanpa disadari, keberadaan limbah sarung tangan lateks di saat pandemi mendatangkan dampak yang sangat besar bagi seluruh aspek kehidupan, salah satunya aspek lingkungan,'' papar mahasiswa Tim Program Kreativitas Mahasiswa- Riset Eksakta (PKM-RE) Fakultas MIPA UGM, Mandrea Nora.

Baca Juga: Limbah Medis Covid-19 Bisa Menjadi Sumber Penularan Baru

Ia menilai sarung tangan lateks yang sangat dibutuhkan selama pandemi menjadi masalah baru bagi lingkungan. Dirinya bersama Aditya Yuan Pramudyansyah, Rangga Indra Riwansyah dan Nanda Tasqia Amaranti melakukan penelitian pemanfaatan sarung tangan lateks. Mereka mendapat pendampingan Dosen Kimia, Mokhammad Fajar Pradipta SSi MEng.

Bahan Bakar Diesel

Awalnya, mereka berdiskusi mengenai permasalahan limbah medis akibat pandemi Covid-19. Setelah diskusi dan membaca beberapa literatur akhirnya terbersit ide memanfaatkan sarung tangan lateks menjadi bahan bakar diesel.

''Kami menemukan, sarung tangan lateks memiliki komposisi kimia utama yaitu polimer Poliisoprena. Kandungan ini apabila dipirolisi akan menghasilkan senyawa hidrokarbon berupa Limonena.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akun Twitter Siskaee Lenyap, Ada Apa?

Sabtu, 4 Desember 2021 | 10:46 WIB

Disporapar Genjot Kemajuan Sektor Pariwisata

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:21 WIB
X