MUI Minta Jenazah Covid-19 Tidak Disemprot Klorin

- Rabu, 25 Agustus 2021 | 18:51 WIB
Ketua Komisi Fatwa MUI Jateng Dr KH Fadlolan Musyaffa’ Lc MA dan Ketua Komisi Kesehatan & Kesejahteraan Masyarakat dr KH Masyhudi  AM Mkes menandatangani Tausiah MUI tentang Penyempurnaan Protokol Tata Laksana Pemulasaraan Jenazah (Tajhiz Al-Janaiz) Covid-19. (suaramerdeka.com/Dok)
Ketua Komisi Fatwa MUI Jateng Dr KH Fadlolan Musyaffa’ Lc MA dan Ketua Komisi Kesehatan & Kesejahteraan Masyarakat dr KH Masyhudi  AM Mkes menandatangani Tausiah MUI tentang Penyempurnaan Protokol Tata Laksana Pemulasaraan Jenazah (Tajhiz Al-Janaiz) Covid-19. (suaramerdeka.com/Dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Tengah menyarankan jenazah Covid-19 tidak perlu disemprot klorin atau disinfektan.

"Para ahli berbeda pendapat dalam penggunaan cairan disinfektan dan klorin pada tubuh jenazah Covid-19. Oleh karena itu sekiranya penggunaan disinfektan dan klorin tidak bermanfaat, sebaiknya tidak digunakan," kata Ketua Komisi Fatwa MUI Jateng Dr KH Fadlolan Musyaffa’ Lc MA, kemarin.

Di kantor MUI Jateng, kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Jalan Pandanaran 126, Simpanglima Semarang, Kiai Fadlolan menandatangani Tausiah Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Tengah Nomor: 06/Dp-P.Xiii/T/Viii/2021 tentang Penyempurnaan Protokol Tata Laksana Pemulasaraan Jenazah (Tajhiz Al-Janaiz) Covid-19.

Selain Ketua Komisi Fatwa, tausiah ditandatangani Ketua Komisi Kesehatan & Kesejahteraan Masyarakat dr KH Masyhudi  AM Mkes, Ketua Umum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji MSi dan Sekretaris Umum Drs KH Muhyiddin MAg.

Baca Juga: Merah Putih berkibar di Balaikota San Francisco dan di Wisma Indonesia

Hadir dalam pembacaan tausiah Ketua MUI Prof Dr H Abu Rokhmad MAg, Sekretaris Agus Fathuddin Yusuf MA, Ketua Komisi Infokom Isdiyanto S.Sos dan Sekretaris Komisi Infokom Syamsul Huda MSi.

Dalam tausiah itu disebutkan, memperhatikan bahwa petugas telah menggunakan alat pelindung diri (APD) level tertinggi, maka penggunaan disinfektan kepada tubuh jenazah Covid-19 tidak diperlukan karena tujuan utamanya adalah melindungi petugas dari terinfeksi virus Covid-19.

"Tausiah ini disampaikan kepada rumah sakit dan masyarakat muslim di Jawa Tengah untuk menjadi perhatian dan maklum," kata pengasuh pondok pesantren Fadhlul Fadhlan, Mijen, Semarang itu.

Baca Juga: Sekolah Tatap Muka Mulai 30 Agustus

Level Tertinggi

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X