Ratu Kalinyamat Membawa Jepara dalam Masa Keemasannya

- Minggu, 14 April 2019 | 17:30 WIB
Foto suaramerdeka.com/dok
Foto suaramerdeka.com/dok

JEPARA, suaramerdeka.com - Perempuan sebagai pemimpin dan kepala pemerintahan merupakan langkah besar yang dilakukan dalam kehidupan Islam dan Nusantara. Terlebih sejarah Islam mencatat seperti Ratu Syajaratuddur dalam Dinasti Mamalik (Mamluk) yang menjadi pemimpin perempuan di Mesir. 

Bahkan Al Quran melegitimasi keabsahan pemimpin perempuan seperti Ratu Bilqis sebagai pemimpin yang adil, bijaksana, dan bertanggung jawab penuh di negeri Saba yang termasuk wilayah Yaman semasa zaman Nabi Sulaiman AS.

Pemimpin Yayasan Dharma Bakti Lestari, Lestari Moerdijat menyatakan tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan dan pemilihan Ratu Kalinyamat sebagai pemimpin perempuan di daerah pesisir pantai Jawa bagian Utara bukan hanya semata-mata karena beliau adalah putri Raja Demak, Sultan Trenggana dan cucu perempuan dari Pendiri Demak, Raden Patah. 

Penempatan Ratu Kalinyamat sebagai pemimpin Jepara lebih didasarkan karena kemampuan dan keahliannya dalam bidang perdagangan, militer, kelautan dan budaya (ukir). Sehingga Ratu Kalinyamat mampu membawa Jepara ke puncak kejayaan. 

Pada masa Ratu Kalinyamat, Jepara menjadi pusat perdagangan ekspor impor. Implikasinya terlihat dari pembangunan pelabuhan utama dan pelabuhan pendukung di sekitar Jepara. Armada militer di laut yang kuat masa kepemimpinan Ratu Kalinyamat mampu menjaga jalur-jalur pelayaran utama di Nusantara seperti di Selat Sunda, Selat Malaka, Selat Kalimantan, Selat Makasar dan Selat Maluku. 

Kekuatan armada lautnya cukup disegani oleh kerajaan-kerajaan sekitarnya yang menjadi sahabat Ratu Kalinyamat. Sehingga pada saat wilayah Malaka diduduki oleh Portugis, Ratu Kalinyamat tidak sungkan-sungkan membantu Sultan Johor dan Sultan Aceh dengan prinsip mempertahankan dan mengamankan jalur pelayaran untuk perdagangan Nusantara.

Catatan sejarah yang dipersiapkan Tim Naskah Akademik yang digawangi oleh Lestari Moerdijat memperlihatkan bahwa bagi Ratu Kalinyamat, laut adalah pemersatu Nusantara dan penhubung antar kerajaan, sehingga perlu dijaga keamanan dan dipertahankan keberlangsungannya. Sebagai penerus Pati Unus, Ratu Kalinyamat memperluas kapal Jong yang mampu mengangkut barang dan manusia dalam kapasitas besar.

Atas dasar keyakinan bahwa Nusantara adalah suatu negara maritim, keberadaan jalur-jalur pelayaran utama di Selat Sunda, Selat Malaka, Selat Kalimantan, Selat Makasar dan Selat Maluku yang telah dijaga dan dipertahankan oleh Ratu Kalinyamat, masih bertahan hingga sekarang. Apalagi lautan sebagai jantung kehidupan bagi seluruh wilayah Nusantara dan memiliki potensi ekonomi yang berkelanjutan yang tidak pernah habis-habisnya.

Lestari Moerdijat menambahkan, Jepara telah populer sebagai pusat budaya ukir Nusantara semasa Ratu Kalinyamat. Catatan sejarah memperlihatkan ukiran Jepara bermula dari Masjid Mantingan yang notabene berdiri di masa Ratu Kalinyamat memimpin Jepara. Sehingga sampai saat ini Masjid Mantingan dan ukiran-ukirannya menjadi rujukan akademis bidang budaya dan seni yang empiris. 

Halaman:

Editor: Maya

Tags

Terkini

Kukrit Ditunjuk Jadi Ketum PPHI Jateng

Selasa, 24 Januari 2023 | 16:40 WIB

Gerindra Jateng Sambut Sekber Gerindra-PKB Pemilu 2024

Selasa, 24 Januari 2023 | 08:03 WIB
X