Tersangka Perusakan Kantor GMBI Kebumen, Polisi Tahan 16 Anggota Ormas

- Selasa, 24 Agustus 2021 | 21:40 WIB
Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama didampingi Kasat Reskrim AKP Afiditya Arief Wibowo menunjukkan sejumlah barang bukti yang diaman di Mapolres Kebumen, Selasa (24/8). (SM/Supriyanto)
Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama didampingi Kasat Reskrim AKP Afiditya Arief Wibowo menunjukkan sejumlah barang bukti yang diaman di Mapolres Kebumen, Selasa (24/8). (SM/Supriyanto)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Polisi akhirnya menetapkan sebanyak 16 anggota ormas dalam kasus penyerangan dan perusakan kantor sekretariat LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kebumen di Jalan Yos Sudarso 128 Gombong, Kebumen.

Setelah menjalani pemeriksaan secara intensif, dari 75 anggota ormas yang diamankan, sebanyak 16 orang akhirnya ditahan di Polda Jateng untuk menjalani proses selanjutnya.

Kemudian anggota lain berstatus sebagai saksi setelah dimintai keterangan diperbolehkan pulang.

"Sesuai dengan bukti-bukti yang kami kumpulkan dan setelah melalui gelar perkara tim penyidik Satreskrim Polres Kebumen dan dibackup penuh Ditreskrimum Polda Jateng kami menetapkan 16 orang sebagai tersangka," ujar Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama Wakapolres Kebumen Kompol Edi Wibowo dan Kasat Reskrim AKP Afiditya Arief Wibowo, Selasa (24/8).

Baca Juga: PTM di SMP Al Irsyad Solo Dihentikan, Sebelum Pulang Siswa di-Swab Antigen

Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama menjelaskan, selain menahan tersangka, pihaknya juga mengamankan barang bukti.

Lima unit mobil yang menjadi sasaran perusakan telah dievakuasi ke Mapolres Kebumen. Begitu juga sejumlah barang bukti berupa batang kayu, batu, cor beton hingga senjata tanam turut diamankan.

"Ini adalah tindak pidana murni. Sehingga kami fokus melakukan penegakan hukum secara profesional," ujarnya seraya menyebutkan dari hasil investigasi tidak ada barang milik warga sekitar yang menjadi sasaran perusakan.

Para tersangka dikenakan pasal 170 KHUPidana Jo Pasal 406 KUHP. Pasal 170, menyebutkan barangsiapa yang dimuka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan.

Sedangkan pasal 406 KUHP barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Disporapar Genjot Kemajuan Sektor Pariwisata

Jumat, 3 Desember 2021 | 22:21 WIB
X