Pemkot Magelang Prioritaskan Vaksin Booster untuk Nakes dan Tenaga Penunjang

- Minggu, 22 Agustus 2021 | 15:07 WIB
Petugas menyuntikkan vaksin kepada warga yang mengikuti Wisata Vaksin di Taman Kyai Langgeng Kota Magelang, Minggu (22/8). (suaramerdeka.com/dok)
Petugas menyuntikkan vaksin kepada warga yang mengikuti Wisata Vaksin di Taman Kyai Langgeng Kota Magelang, Minggu (22/8). (suaramerdeka.com/dok)

MAGELANG, suaramerdeka.com - Pemkot Magelang baru saja mendapat kiriman sebanyak 150 vial atau 2.100 dosis vaksin Moderna, Minggu, 22 Agustus 2021.

Vaksin ini akan dikhususkan sebagai booster atau vaksin ketiga bagi tenaga kesehatan (nakes), asisten nakes, dan tenaga penunjang.

Meskipun Kementerian Kesehatan RI telah mengumumkan bahwa, selain menjadi booster bagi nakes, vaksin Moderna juga boleh diberikan kepada warga dengan penyakit penyerta, ibu hamil, dan warga yang belum pernah mendapatkan vaksin.

Wali Kota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz mengatakan, sesuai arahan pemerintah pusat, vaksin Moderna ini sebagai penguat bagi para nakes dan tenaga penunjang kesehatan yang menangani Covid-19.

Baca Juga: Sempat Pamit dari Media Sosial, Deddy Corbuzier Beri Kabar Mengejutkan, Saya Kritis dan Hampir Meninggal

Jumlah nakes di Kota Magelang sendiri ada sekitar 4.000 orang.

"Mereka sebagian sudah divaksin booster. Tiap kedatangan Moderna, langsung kita aplikasikan, kita suntikan, supaya target segera terpenuhi 100 persen nakes kita mendapat booster," ujarnya saat meninjau pelaksanaan Wisata Vaksin di Taman Kyai Langgeng, Minggu (22/8).

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi itu mengutarakan, peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 yang tinggi, mendorong pemerintah untuk secara khusus memberikan perlindungan tambahan kepada nakes yang sehari-hari dihadapkan dengan risiko tinggi penularan Covid-19.

Selain diperuntukan dosis ketiga bagi nakes, Kemenkes RI juga telah mengeluarkan kebijakan bahwa, vaksin Covid-19 Moderna diberikan kepada peserta yang belum pernah mendapatkan vaksin.

Baca Juga: Pelat Nomor Kendaraan akan Berganti Warna, Pengendara Wajib Tahu

"Vaksin Moderna sebagai booster atau dosis ketiga ini hanya untuk nakes, asisten nakes, dan tenaga penunjang. Kalau untuk masyarakat umum, sama dengan vaksin yang lain, harus dua kali. Dosis pertama dan kedua. Nah, karena para nakes itu garda depan penanganan Covid-19 maka harus mendapat booster," katanya.

Dokter Aziz menyebutkan, dibanding dua merk vaksin lainnya, Moderna cenderung memiliki efek samping yang bisa dirasakan.

Maka, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang turut menyediakan paracetamol guna meringankan efek samping pascasuntikan vaksin Moderna.

"Setiap obat sebenarnya punya efek samping. Termasuk Moderna, memang cukup lumayan. Tapi kalau vaksin tidak berbahaya, dijamin aman, dan harapan kita untuk mendapatkan kekebalan kelompok bisa tercapai," jelasnya.

Baca Juga: Inggris Mengambil Sikap Hati-hati dalam Membantu Penyelesaian Taliban di Afghanistan

Dibanding penyintas Covid-19, katanya, efek samping vaksin Moderna tidak ada apa-apanya. Untuk itu, dia berharap agar warga yang akan mendapatkan vaksin Moderna ini tidak usah khawatir apalagi takut.

"Tidak seberat orang kena Covid-19 kok. Efeknya hanya pegal-pegal enam jam setelah disuntik. Kita juga siapkan paracetamol untuk meringankan efek samping," terangnya.

Dia menambahkan, Pemkot Magelang terus berupaya agar capaian vaksinasi bisa dipercepat. Pada September 2021 mendatang, ditarget 100 persen warga Kota Magelang sudah divaksin.

Salah satu upayanya menumbuhkan kesadaran warga agar mau divaksin. Ia pun mengapresiasi kinerja TNI/Polri yang turut membantu percepatan vaksinasi di wilayahnya.

"Kita berusaha jemput bola, memakai bus Pemkot untuk menjemput warga yang mau divaksin di Taman Kyai Langgeng. Kita ingin buat masyarakat sadar, pentingnya vaksin untuk mencegah penyebaran Covid-19. Harapannya, September sudah 90.000 warga disuntik, sehingga sudah 100 persen," paparnya yang menyebutkan, kasus Covid-19 makin turun dengan kejadian kurang dari 10, kasus aktif di bawah 100 orang, dan isolasi mandiri di bawah 200 orang.

Halaman:
1
2
3

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Penduduk Miskin Jawa Tengah Turun 175,74 Ribu Orang

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:20 WIB

Polres Boyolali Musnahkan 300 knalpot Brong

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:57 WIB
X