Honor Guru Madin Dicairkan Nontunai

- Jumat, 29 Maret 2019 | 12:15 WIB
Guru madin dari Kecamatan Sale, Sedan dan Sumber tengah mendengarkan penjelasan pengajuan honor di Pendapa Museum Kartini Rembang, Kamis (28/3). (suaramerdeka.com/Mulyanto)
Guru madin dari Kecamatan Sale, Sedan dan Sumber tengah mendengarkan penjelasan pengajuan honor di Pendapa Museum Kartini Rembang, Kamis (28/3). (suaramerdeka.com/Mulyanto)

REMBANG, suaramerdeka.com – Pemkab Rembang menegaskan mekanisme pencairan honor guru madrasah diniyah madin dan TPQ dibayarkan nontunai sesuai regulasi baru. Oleh karenanya, Pemkab meminta guru madin dan TPQ se Kabupaten Rembang memahami proses penyaluran agar tidak terjadi salah paham.

''Sistem yang sudah kita terapkan yaitu sistem transaksi non tunai. Jadi saya mengelola uang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Rp 1,9 triliun tidak tahu duitnya. Semua diterima oleh penerima nontunai, termasuk honor guru madin," terang Bupati Rembang Abdul Hafidz.

Dengan honor itu, Bupati minta pengelola pendidikan madin bisa menjaga kualitas. Pemkab, dengan berbagai upaya peningkatan yang telah dilakukan berharap citra madin semakin baik di masyarakat.

"Jadi tertib administrasi, tertib keuangan, tertib waktunya. Jangan sampai madrasah ini dipandang sebelah mata oleh masyarakat," tegas dia.

Sementara itu, sekitar 700 guru madin dari Kecamatan Sale, Sedan dan Sumber mendapatkan sosialisasi pengajuan honorarirum guru madin dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Kabupaten Rembang di Pendapa Museum Kartini, Kamis (28/3).

Sehari sebelumnya, guru madin di Kecamatan Rembang, Kaliori  dan Bulu juga mendapatkan sosialisasi serupa.

Asisten II Pemkab Rembang, Abdullah Zawawi menerangkan setiap sosialisasi diikuti 700 guru madin. ''Jumlah total guru madin di Kabupaten Rembang hingga 2019 tercatat 4.564 orang,'' kata dia.

Editor: Adib Auliawan

Tags

Terkini

X