Mendesak, Perbaikan DAS Sungai Juwana

- Senin, 25 Maret 2019 | 17:12 WIB
Alur sungai Juwana dimanfaatkan untuk kapal bersandar baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)
Alur sungai Juwana dimanfaatkan untuk kapal bersandar baru-baru ini. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka.com - Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampi Sawan) meminta selain normalisasi Sungai Juwana, perbaikan DAS Juwana di kawasan Kendeng utara dan Gunung Muria, mendesak dilakukan.

Sunhadi, koordinator Jampi Sawan mengatakan, kumpulan masyarakat yang berdomisili di tepi Sungai Juwana dan sebagian aktivis lingkungan mengaku mendukung rencana normalisasi itu. ‘’Kerusakan DAS anak-anak sungai Sungai Juwana tak hanya membawa air tapi juga lumpur yang berdampak pada cepatnya sedimentasi sungai,’’ujarnya.

Mengacu pengalaman saat normalisasi 2010 hingga 2012, saat itu sepanjang 25 kilometer dinormalisasi namun belum ada satu tahun kondisi sungai sudah kembali dangkal dan sempit.

Dia pun menyebut selain kerusakan DAS di Kendeng dan Muria, perilaku masyarakat juga menjadi kendala tersendiri. Seperti masih banyak sampah rumah tangga dan sampah industri juga sampah pertanian yang dibuang ke sungai.

‘’Praktik para pemilik kapal yang membiarkan kapal-kapal rusak mangkrak di tepi sungai dan juga pemanfaatan sempadan sungai oleh masyarakat baik untuk pertanian, dok kapal, pertambakan dan permukiman juga patut dipikirkan,’’ katanya.

Mereka berharap usulan tersebut bisa menjadi pertimbangan dalam normalisasi yang bakal menelan anggaran hingga Rp 40 miliar ini. Diharapkan proses normalisasi bisa belajar dari pengalaman normalisasi tahun 2010 hingga 2012.

‘’Kami berpendapat problem di Sungai Juwana tidak hanya masalah teknis bagaimana mengeruk sungai agar luas dan dalam namun juga problem sosial terkait dengan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan Sungai Juwana,’’ katanya.

Mereka berharap agar nantinya pemerintah dan pihak terkait melakukan sosialisasi secara terbuka terkait rencana proyek tersebut. Terutama dalam melibatkan masyarakat dalam proses mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring hingga evaluasi.

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X