KDRT di Batang Tahun 2018 Capai 23 Kasus

- Senin, 25 Maret 2019 | 16:36 WIB
Bupati Batang melakukan foto bersama dengan Asisten deputi perlindungan perempuan dari KDRT, dan jajarannya. (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)
Bupati Batang melakukan foto bersama dengan Asisten deputi perlindungan perempuan dari KDRT, dan jajarannya. (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)

BATANG,suaramerdeka.com - Bupati Batang Wihaji mengatakan, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Kabupaten Batang di 2018 mencapai 23 kasus, dibanding tahun sebelumnya, 20 kasus.

“Tetapi saya yakin jumlah kasus KDRT yang terjadi pasti lebih, karena banyak yang belum berani melaporkan,” kata Wihaji saat membuka kegiatan Sosialisasi Pecegahan KDRT Secara Dini, di Hotel Sendang Sari Batang, Senin (25/3).

Oleh karena itu, Bupati meminta agar para peserta sosialisasi untuk bisa menyampaikan secara getok tular (sambung menyambung secara lisan) ke masing-masing kelompok atau masyarakat.

“Dengan tujuan agar tidak terjadi KDRT, baik secara pisik mau pun psikologis, termasuk kekerasan seksual yang bisa masuk ke ranah hukum,” ujar Wohaji.

Terjadinya KDRT, sebut Wihaji, harus dicari penyebabnya. Mungkin bisa karena faktor ekonomi, cemburu atau masalah lainnya.

"Khusus bagi remaja yang mau menginjak berkeluarga harus paham betul, harus siap secara ekonomi, matang mau pun dewasa dalam berpikir dan bertindak,"tutur Wihaji.

Dalam kegiatan tersebut, Asisten Deputi Perlindungan Perempuan dari Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Ali Khasan, menambahkan, berdasarkan data dari Komnas Perempuan, kekarasan terhadap perempuan bulan maret 2019 mencapai 406. 178 kasus. Tahun sebelumnya, 348.466 kasus.

“Kasus KDRT yang paling menonjol untuk kekerasan fisik 3.928 kasus, atau 41 persen. Kekerasan seksual 2.988 kasus atau 31 persen. Psikis 1.658 kasus atau 17 persen dan ekonomi 1.064 kasus atau 11 persen," terang Ali Khasan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Batang dr.Muchlasin mengatakan, secara umum di Batang penyebab KDRT lebih pada masalah ekonomi sehingga berakibat percerian.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X