Akses Transportasi Pateken-Semen Terputus

- Minggu, 17 Maret 2019 | 21:00 WIB
Foto: suaramerdeka.com/dok
Foto: suaramerdeka.com/dok

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Akses transportasi warga Desa Pateken dan Desa Semen Kecamatan Wonoboyo, Temanggung terputus. Kondisi itu lantaran jalan antardesa tersebut tertutup tanah longsor di Dusun Seneng Desa Pateken Kecamatan Wonoboyo, Jumat (15/3) lalu. Beruntung saat peristiwa tanah longsor tersebut, kondisi jalan sedang sepi, sehingga tidak menimbulkan korban.

"Peristiwa tanah longsor terjadi saat wilayah tersebut diguyur hujan lebat. Kondisi itu membuat tanah tebing setinggi 20 meter dengan panjang 50 meter dan lebar 25 meter mengalami longsor. Kondisi itu mengakibatkan putusnya jalan antardesa tersebut," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi.

Menurutnya, kejadian tanah longsor terjadi Jumat (15/3) sekitar pukul 23.00. Kondisi itu mengakibatkan akses transportasi masyarakat dari dua desa, yakni Desa Pateken dan Desa Semen terputus. Upaya yang dilakukan BPBD dengan adanya kejadian tersebut, melaksanakan  tinjauan lokasi dan assestment serta berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa untuk dilakukan pembersihan.

Di hari yang sama, laporan kejadian tanah longsor juga diterima dari Desa Paponan Kecamatan Kledung. Tanah longsor menimpa Saluran Irigasi Sidawung dan Sipancur di Dusun Paponan Desa Paponan Kecamatan Kledung. "Longsor juga terjadi akibat hujan deras yang mengakibatkan saluran irigasi dari Dam Sidawung jebol," beber dia.

Atas kondisi itu, air irigasi dari Kali Galeh tidak dapat mengaliri lahan pertanian kurang lebih 50 hektare. Untuk lokasi terjadi di dua titik irigasi. Di Saluran Sidawung

panjang senderan yang longsor 70 meter x tinggi 10 meter, berada di samping Sungai Galeh. Kemudian Saluran Sipancur panjang senderan yang longsor 15 meter x tinggi 5 meter.

Kondisi itu mengakibatkan debit air banyak yang tidak dapat mengalir, sehingga lahan pertanian kering tidak dapat di olah dan menghasilkan panen yang kurang baik untuk petani. Kerugian atas peristiwa tersebut sebesar Rp 250 juta. Upaya yang dilakukan yakni melakukan swadaya dari masyarakat dengan membangun penyangga untuk irigasi yang dipasang pralon 11 dim. "Kami melakukan pendataane" bebernya.

Editor: Fadhil Nugroho Adi

Tags

Terkini

Penduduk Miskin Jawa Tengah Turun 175,74 Ribu Orang

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:20 WIB

Polres Boyolali Musnahkan 300 knalpot Brong

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:57 WIB
X