Temanggung Maju Penilaian PPD Nasional 2019

- Rabu, 13 Maret 2019 | 18:36 WIB
Plt Kepala Bappeda Temanggung, Ripto Susilo, memberikan keterangan kepada awak media. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)
Plt Kepala Bappeda Temanggung, Ripto Susilo, memberikan keterangan kepada awak media. (suaramerdeka.com/M Abdul Rohman)

TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Kabupaten Temanggung bakal mewakili Provinsi Jawa Tengah maju dalam penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2019 tingkat Nasional. Hal itu setelah Temanggung meraih nilai tertinggi dari 10 nominasi kabupaten atau kota di Jawa Tengah dalam penilaian tersebut.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kabupaten Temanggung, Ripto Susilo, berdasarkan hasil penilaian provinsi yang disampaikan 4 Maret 2019, Temanggung tingkat pertama di Jawa Tengah dan maju ke tingkat nasional.

"Ada 10 besar kabupaten atau kota dalam penilaian tingkat Jawa Tengah tersebut. Yakni Kabupaten Temanggung, Pekalongan, Banyumas, Klaten, Batang, Pati, Kota Surakarta, Kota Magelang, Kota Pekalongan, dan Kota Semarang. Kami belum tahu jadwal nasional untuk ekspos lagi, tetapi sudah ditentukan minggu kedua atau ketiga Maret 2019," ujarnya.

Namun untuk teknisnya seperti apa, pihaknya mengaku belum tahu. Menurutnya, pencapaian dari sebelumnya ranking 27 menjadi 10 besar. Tentu hal itu merupakan pencapaian yang luar biasa untuk Kabupaten Temanggung. Ia menuturkan waktu itu ekspos 10 besar Temanggung mendapat bagian pertama.

Kondisi itu menyebabkan, saat ekspos ada komentar dari dewan juri Temanggung menjadi standar, artinya kalau ada nilai yang lebih rendah nanti akan di bawahnya terus dan kalau ada nilai yang bagus akan lebih tinggi dan ternyata mendapat peringkat pertama. Ia menuturkan selama ini Temanggung memang belum pernah mendapat penghargaan pembangunan daerah tersebut.

"Kemudian dilakukan identifikasi di mana kelemahannya dan sebagainya. Sebenarnya sudah lama kami lakukan identifikasi itu, karena yang dinilai adalah perencanaan pembangunan 2019, jadi sudah kami lakukan tahun 2018," beber dia.

Dia menyampaikan dari hasil identifikasi itu pihaknya berusaha untuk memaksimalkan, baik secara teknis maupun administratif termasuk inovasi-ivovasi yang muncul di lapangan. Kemudian di tahun 2019 ini mengajukan lagi dan biasanya semua kabupaten atau kota mengajukan untuk Penghargaan Pangripta Adipraya ini.

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

PKS: Kitab Kuning Pondasi Pembangunan Peradaban

Senin, 6 Desember 2021 | 12:03 WIB

Komunitas Save Pekalongan Bantu Warga Terdampak Rob

Senin, 6 Desember 2021 | 09:12 WIB

Gading Paradise, Hadirkan Miniatur Eropa di Kebumen

Minggu, 5 Desember 2021 | 11:14 WIB
X