Gelar Budaya Banyumasan, Lestarikan Kesenian Lokal

- Jumat, 8 Maret 2019 | 13:40 WIB
Gelar Budaya Banyumasan (suaramerdeka.com/dok)
Gelar Budaya Banyumasan (suaramerdeka.com/dok)

CILACAP, suaramerdeka.com - Budaya menjadi identitas kita dalam berelasi dan berinteraksi dengan bangsa lain. Dalam konteks ini budaya lokal dapat menjadi sumber nilai-nilai dan karakter kebangsaan kita. Demikian dikatakan Ageng Kiwi di acara ‘Gelar Budaya Banyumasan’ di Desa Adiraja Wetan, Kecamatan Adipala, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (7/3) kemarin.

Pengakuan bangsa-bangsa lain atas tingginya nilai-nilai budaya yang kita miliki, kata Ageng, melegitimasi bahwa secara kultural kita setara dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

“Bahkan multikulturalisme (penerimaan terhadap realitas keragaman) yang berhasil kita rawat, menjadikan budaya kita melebihi keunggulan budaya bangsa lain,” imbuh pencipta lagu dan pelantun lagu ‘Goyang Satu Jari’ ini.

Dia menambahkan, sengaja membuat gelar budaya supaya seni budaya yang ada di tengah masyarakat agar tidak hilang. Berbagai macam kesenian digelar di acara ‘Gelar Budaya Banyumasan’, seperti Ebeg, Lengger, dan Kentongan.

"Tujuan gelar budaya yang dilangsungkan di Desa Adiraja Wetan ini, untuk melestarikan kesenian dan kebudayaan yang hidup di masyarakat," ujarnya.

Seniman asal Cilacap ini menuturkan, selain melakukan pelestarian berbagai kesenian seperti Ebeg, Lengger dan Kentongan, dirinya juga melibatkan anak-anak muda turut serta dalam gelaran acara.

Sehingga anak-anak muda, khususnya generasi milenial, diharapkan tetap mengenal budaya lokal mereka sendiri.

"Intinya, mereka harus merespons untuk melestarikan kesenian dan budaya lokal,” kata Caleg DPR-RI Dapil 8 Cilacap, Banyumas, nomor urut 8 dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini.

 Ageng merencanakan keliling ke berbagai daerah lainnya, salah satunya ke Banyumas.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan

Tags

Terkini

DPD RI Minta Sinkronisasi Data Peserta BPJS Kesehatan

Kamis, 24 November 2022 | 21:46 WIB
X