Terkait Dugaan Pemerkosaan Peserta KKN UGM, Polisi Temukan Indikasi Baru

- Rabu, 6 Februari 2019 | 23:30 WIB
BERI KETERANGAN: Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo(kanan) dan Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto memberikan keterangan terkait perkembangan kasus dugaan pemerkosaan peserta KKN UGM di Mapolda DIY, Rabu (6/2). (Foto: suaramerdeka.com/Gading Persada)
BERI KETERANGAN: Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo(kanan) dan Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto memberikan keterangan terkait perkembangan kasus dugaan pemerkosaan peserta KKN UGM di Mapolda DIY, Rabu (6/2). (Foto: suaramerdeka.com/Gading Persada)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrim) Polda DIY memastikan tetap akan menuruskan penyelidikan kasus dugaan pemerkosaan terhadap salah satu peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang digelar Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Bahkan, kepolisian menemukan adanya indikasi baru terkait kasus tersebut yang sejatinya sudah terjadi perdamaian antara pihak diduga pelaku dengan korbannya.

“Justru saya menemukan indikasi baru bahwa dugaan pemerkosaan dan pencabulan itu tidak pernah terjadi. Itu indikasi sangat kuat kami peroleh dari alat bukti yang kami miliki. Saya tidak mau bohong sama publik karena diduga ada pemerkosaan, (muncul perdamaian) lalu berhenti sehingga terlanjur dianggap benar ada pemerkosaan. Tapi kami tidak mau itu,” tegas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo di Mapolda DIY, Rabu (6/2).

Namun, ungkap Hadi, adanya indikasi tersebut tidak bisa dikatakan sebagai kesimpulan dari pihak penyidik. Dia beralasan, saat ini masih ada satu kali gelar perkara untuk selanjutnya proses naik menjadi penyidikan.

“Kami sudah panggil saksi ahli dari UII untuk memberikan bantuan pendapat kepada saya apakah peristiwa itu pidana atau bukan. Kami tetap akan menyelidiki sesuai SOP, setelah ada keterangan saksi, keterangan ahli, alat bukti dan selanjutnya gelar perkara,” papar dia mewakili Kapolda DIY Irjen Pol Ahamd Dofiri.

Hadi juga menyambut baik adanya perdamaian yang dilakukan kedua belah pihak. Namun, ditegaskan perwira menengah dengan tiga melati dipundaknya itu bahwa pihak kepolisian belum akan menerbitkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) sampai saat ini.  Soal perdamaian kedua pihak, kata dia, hanya akan dijadikan data tambahan untuk pihak kepolisian dalam menangani kasus tersebut.

“Kalau ada perdamaian ya monggo. Kami berterima kasih dan itu bagus sekali. Tetap saya tetap akan buktikan pemerkosaan itu terjadi atau tidak,” jelasnya.

Terkait apakah sudah ada pencabutan laporan seiring dengan terjadinya perdamaian dari kedua pihak? Hadi menjawab bahwa sampai saat ini hal itu juga belum terjadi.

“Dalam kasus ini ada tiga pihak yang berperan, Si pelapor dalam hal ini salah satu pegawai UGM dimana laporan itu kami jadikan landasan menyelidiki. Tapi ingat, pemerkosaan itu bukan delik aduan, pemerkosaan itu delik biasa, jadi tidak harus korban yang melapor. Tapi siapa saja boleh melapor asalkan memenuhi syarat,” tandas Hadi Utomo.

Editor: Fadhil Nugroho Adi

Tags

Terkini

Penduduk Miskin Jawa Tengah Turun 175,74 Ribu Orang

Selasa, 18 Januari 2022 | 16:20 WIB

Polres Boyolali Musnahkan 300 knalpot Brong

Selasa, 18 Januari 2022 | 15:57 WIB
X