Kerugian Infrastruktur Akibat Banjir Bandang Rp 9 Miliar

- Rabu, 6 Februari 2019 | 00:00 WIB
foto: suaramerdeka.com/Isnawati
foto: suaramerdeka.com/Isnawati

PEKALONGAN, suaramerdeka.com – Kerugian infrastuktur akibat banjir bandang yang menggenangi Kota Pekalongan, hampir dua pekan sejak Minggu (27/1), ditaksir total sekitar Rp 9 miliar. Perbaikan akan dilakukan bertahap dengan skala prioritas.

Berdasarkan inventarisasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Pekalongan, kerusakan jalan terjadi di Kelurahan Padukuhankraton, Bandengan dan Pasirkratonkramat.

‘’Kondisi jalan belum di beton, sehingga saat terendam banjir, jalan akan rusak. Selain itu, ada beberapa ruas jalan yang biasanya tidak terkena banjir, namun karena banjir yang melanda hampir merata di seluruh Kota Pekalongan, jadi ikut kena juga,’’ kata Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPU-PR Kota Pekalongan, Bambang Sugiharto, Senin (4/1).

Beberapa ruas jalan yang rusak di antaranya Jalan Darkat, Jalan Bukhori dan Jalan Pramuka di Pabean, Kelurahan Padukuhankraton, Kecamatan Pekalongan Utara. Selain itu Jalan Samanhudi Pasirsari, Jalan Angkatan 66 dan Jalan Kramatsari Gang I-III Kramatsari, Kelurahan Pasirkratonkramat, Kecamatan Pekalongan Barat.

Ada pun di Kecamatan Pekalongan Utara, sejumlah ruas jalan yang rusak di antaranya Jalan Selat Karimata di Kelurahan Bandengan dan Jalan Samudra Pasai Kelurahan Panjang Baru.

Menurut Bambang Sugiharto, sejumlah ruas jalan yang rusak tersebut tidak hanya karena faktor banjir, tetapi menanggung beban muatan kendaraan yang melebihi kekuatan jalan.

‘’Jalan Selat Karimata sering tergenang banjir. Sementara Jalan Samudra serta Jalan Samudra Pasai rusak selain dampak dari banjir juga karena sering dilewati angkutan berat untuk konstruksi tanggul rob,’’ sambungnya.

Menindaklanjuti kerusakan di sejumlah ruas jalan tersebut, DPU-PR Kota Pekalongan perbaikan akan dilakukan berdasarkan skala prioritas. Ruas jalan yang memerlukan penanganan segera yakni Jalan Pramuka dan Jalan Samanhudi.

‘’Kami menentukan berdasarkan skala prioritas. Menentukan yang paling urgen di antara yang urgen. Yang sudah dianggarkan pada tahun 2019, Jalan Pramuka dan Jalan Samanhudi. Untuk Jalan Pramuka dianggarkan Rp 1,5 milliar. Sedangkan Jalan Samanhudi Rp 750 juta,’’ katanya.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X