Anggaran BPBD Minim, Stok Logistik Terbatas

- Rabu, 30 Januari 2019 | 21:00 WIB
Petugas BPBD Jepara menyalurkan karung sak kepada Pemerintah Kecamatan Mlonggo untuk menanggilangi tanggul jebol, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/dok)
Petugas BPBD Jepara menyalurkan karung sak kepada Pemerintah Kecamatan Mlonggo untuk menanggilangi tanggul jebol, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/dok)

‘’Kebutuhan lain seperti makanan dan susu balita juga sudah menipis. Selain sudah disalurkan, stoknya memang minim,’’ katanya.

Sementara untuk logistik nonpangan yang keseluruhan merupakan sisa tahun lalu juga sudah banyak disalurkan. Beronjong untuk penanganan longsor saat ini sudah habis. Sementara karung sak saat ini hanya tersisa 5.500 lembar.

Sepanjang Januari ini, BPBD sudah menjalurkan sebanyak 6.300 buah. Untuk selimut sudah disalurkan 67 buah dan tinggal tersisa 54 buah. Perlengkapan keluarga (family kit) saat ini tinggal belasan paket.

Untuk mengatasi kekurangan logistik jika terjadi bencana atau musibah, Arwin mengatakan, akan meminta bantuan dari BPBD Provinsi Jateng. Potensi kekurangan logistik baik pangan atau non pangan besar lantaran saat ini potensi bencana di Jepara masih tinggi.

Arwin menambahkan, tidak hanya logistik yang menipis. Anggaran untuk operasional tim reaksi cepat (TRC) BPBD juga menipis. Anggaran Rp 38,1 juta untuk satu tahun saat ini tersisa Rp 4,5 juta lebih.

Padahal fungsi TRC yang bergerak paling awal saat menerima informasi bencana atau musibah. TRC bertugas mengecek kondisi di lapangan, memberikan penanganan awal, dan melakukan pendataan. Hasil pengecekan ini penting untuk menentukan jenis tindak lanjut yang bakal dilaporkan.

‘’Tak semua laporan soal bencana atau musibah yang masuk sudah lengkap. Kadang hanya sekadar informasi mentah saja,’’ kata Arwin.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Etika Digital dalam Bermedia Cegah Turbulensi Politik

Kamis, 2 Februari 2023 | 20:48 WIB
X