Anggaran BPBD Minim, Stok Logistik Terbatas

- Rabu, 30 Januari 2019 | 21:00 WIB
Petugas BPBD Jepara menyalurkan karung sak kepada Pemerintah Kecamatan Mlonggo untuk menanggilangi tanggul jebol, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/dok)
Petugas BPBD Jepara menyalurkan karung sak kepada Pemerintah Kecamatan Mlonggo untuk menanggilangi tanggul jebol, baru-baru ini. (suaramerdeka.com/dok)

JEPARA. suaramerdeka.com - Anggaran kebencanaan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara terkuras bulan ini menyusul meningkatnya intensitas bencana sepanjang Januari  dan sejumlah musibah yang ditangani BPBD.

Kepala Pelaksana BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mencatat Januari ini ada 61 bencana dan musibah. Dari jumlah itu, 36 di antaranya bencana alam, baik tanah longsor, banjir mau pun angin besar.

Kondisi ini menyulitkan BPBD, karena anggaran bencana tidak seimbang dengan peristiwa yang ditangani petugas BPBD Jepara.

‘’Stok logistik kita sudah menipis. Sudah disalurkan kepada masyarakat yang terkena bencana dan musibah di bulan ini. Jika dihitung tidak akan cukup untuk sepanjang tahun ini,’’ katanya.

Untuk logistik pangan stok beras kosong. Sisa dari tahun lalu sejumlah 25 kilogram sudah disalurkan. Sementara untuk pengadaan dari APBD 2019 tidak tersedia. Untuk mie instan sejumlah 90 kardus dari belanja tahun ini ditambah satu kardus sisa tahun lalu saat ini tinggal tersisa 13 kardus.

aneka beras

selimut

Farmasi & Suplemen Kesehatan

Sementara air mineral stok 40 kardus tahun ini, 32 kardus dari sisa tahun lalu saat ini tinggal 22 kardus. Susu 108 sachet dari sisa tahun lalu seluruhnya sudah habis. Demikian pula dengan lauk instan (sarden kaleng) yang berjumlah sembilan kaleng juga sudah habis.

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

Ganjar: Sikapi Fenomena Alam dengan Ilmu Titen

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:41 WIB
X