Delapan Ribu Napi di Jateng Belum Rekam KTP Elektronik

- Kamis, 17 Januari 2019 | 19:48 WIB
Seorang narapidana (napi) Rutan Kelas IIA Pekalongan, melakukan perekaman e-KTP yang dilakukan petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekalongan, dalam Gerakan Nasional Jemput Bola Serentak Perekaman KTP Elektronik di Rutan setempat, Kamis (17/1). (suaramerdeka.com/Kuswandi)
Seorang narapidana (napi) Rutan Kelas IIA Pekalongan, melakukan perekaman e-KTP yang dilakukan petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekalongan, dalam Gerakan Nasional Jemput Bola Serentak Perekaman KTP Elektronik di Rutan setempat, Kamis (17/1). (suaramerdeka.com/Kuswandi)

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Sebanyak 8.000 narapidana (napi) di Jateng belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik atau e-KTP. Sementara, yang baru dilakukan perekaman e-KTP sebanyak 7.000 napi. Demikian disampaikan Heni Yuwono, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Jateng, di sela-sela meninjau pelaksanaan Gerakan Nasional Jemput Bola Serentak Perekaman KTP Elektronik di Rutan Kelas IIA Pekalongan, Kamis (17/1). "Jumlah napi Rutan dan Lapas di Jateng sekitar 13.000. Yang sudah mengikuti perekaman e-KTP 7.000 orang napi, dan yang belum sekitar 8.000 napi. Dan itu menjadi 'PR' kami," terang Heni Yuwono.

Pihaknya berharap, napi yang sudah memiliki hak pilih, ke depan dapat semuanya terekam. Sehingga dapat memberikan hak pilihnya pada Pemilu 2019 mendatang. Namun demikian, ada beberapa kendala teknis, di mana napi di Jateng berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga untuk melakukan perekaman harus berkoordinasi bersama pemerintah daerah (pemda) asal mereka. Hal tersebut juga menjadi 'PR' bagi KPU para napi berasal, karena mereka menjalani hukuman di Jateng. Namun demikian, pihaknya optimis, semuanya dapat mengikuti perekaman. "Jadi, hari ini, kita lakukan perekaman e-KTP serentak di seluruh Indonesia," tegasnya.

Dalam perekaman e-KTP di Rutan Pekalongan sendiri, melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekalongan, dan disaksikan KPU dan Panwaslu Kota Pekalongan.

Sementara, Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Anggit Yongki Setiawan menjelaskan, Rutan Pekalongan secara keseluruhan dihuni 298 orang, terdiri dari 163 orang tahanan, dan 135 napi. Sementara, napi dari Kota Pekalongan sebanyak 84 orang. Dari jumlah tersebut, yang belum melakukan perekaman e-KTP hanya dua orang. Sementara, penghuni dari Kabupaten Pekalongan sebanyak 55 orang. Sehingga, untuk perekamannya harus berkoordinasi dengan Disdukcapil Kabupaten Pekalongan. "Jadi, hanya ada dua penghuni asal Kota Pekalongan yang belum melakukan perekaman. Dan, hari ini dilakukan perekaman," terang Anggit.

Perekaman serentak e-KTP sendiri dilakukan dengan tujuan persiapan Pemilu 2019, supaya tidak ada pemilih ganda. Termasuk, memberikan kesempatan bagi napi yang belum memiliki KTP, sehingga dapat menggunakan haknya dalam Pemilu 2019 mendatang.

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

PKS: Kitab Kuning Pondasi Pembangunan Peradaban

Senin, 6 Desember 2021 | 12:03 WIB

Komunitas Save Pekalongan Bantu Warga Terdampak Rob

Senin, 6 Desember 2021 | 09:12 WIB
X