Warga Jogja Ramai-ramai Lawan Klitih

- Rabu, 9 Januari 2019 | 16:45 WIB
foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Ribuan warga Yogyakarta dari berbagai elemen, Rabu (9/1) menggelar Aksi Damai 9119. Aksi ini digelar sebagai bentuk perlawanan sekaligus keprihatinan warga Yogyakarta, atas kriminalitas 'Klitih' yang terjadi di Yogyakarta.

Aksi yang diikuti ibu-ibu dan pamong guru tersebut, diawali dari Alun-alun Utara Yogyakarta. Dengan membawa sepanduk warna hitam bertulis 'Aksi Lawan Klitih' dengan cat warna putih tersebut, langsung menuju kantor gubernuran di Jalan Mayor Suryotomo.

Koordinator aksi, Suryoaji mengatakan, aksi ini diikuti sekitar 1.000 orang yg berasal dari berbagai lapisan masyarakat. Aksi ini sebagai bentuk penolakan terhadap aksi kekerasan yang terjadi di jalanan. Untuk itu, ia minta pemerintah dapat segera membrantas aksi jalanan tersebut.  

''Sementara yang kumpul di Alun-alun Utara ini ada sekitar 1.000 orang. Peserta aksi masih akan bertambah, karena belum semua ikut. Yang jelas kita menolak aksi kekerasan yang terjadi dijalanan,'' katanya.

Suryo menegaskan, para pelaku kejahatan jalanan harus diberi sanksi sosial supaya pelaku jera. Dengan harapan, agar pelaku kapok. Karena kebanyakan pelakunya, adalah remaja. ''Harus ada sanksi sosial yang diberikan kepada pelaku kejahatan biar ada efek jeranya, kalo dipenjara tidak ada efek jeranya,'' jelas dia.

Sementara Kapolsek Gondomanan, Kompol N Lotama, mendukung acara Aksi Damai 9119. Karena aksi ini, untuk kepentingan keamanan masyarakat banyak. ''Kami sangat mendukung aksi damai seperti ini, karena ini untuk kepentingan keamanan masyarakat banyak,'' katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau bila ada sesuatu peristiwa apalagi yang bersifat kriminal, hendaknya masyarakat segera melaporkan kejadian tersebut ke polisi atau ke polsek terdekat agar keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terus terjaga.

Seperti kejadian dua hari lalu, terjadi aksi klitih di wilayah hukum Bantu. Dalam aksi klitih tersebut, Polsek Pleret Polres Bantul menetapkan Ns (20) sebagai tersangka dalam kasus pelemparan batu yang mengenai Muhammad Yulfikar warga Brajan di warung burjo Jejeran Pleret Bantul, Selasa (8/1) dini hari lalu.

Dari empat orang yang berhasil dibekuk, hanya Ns yang ditetapkan sebagai tersangka. Karena tiga orang lainnya sama sekali tidak mengetahui jika Ns sempat mengambil pecahan cor di selatan Markas Brimob Gondowulung, Jalan Imogiri Timur, Kabupaten Bantul.  

Halaman:

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X