Tangani Covid-19, Pemkab Sleman Kucurkan Rp 74 Miliar

- Rabu, 11 Agustus 2021 | 17:09 WIB
Ilustrasi dana bantuan. (suaramerdeka.com / dok)
Ilustrasi dana bantuan. (suaramerdeka.com / dok)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Pemerintah Kabupaten Sleman tahun ini mengalokasikan anggaran senilai Rp 74 miliar untuk penanganan pandemi Covid-19.

Beberapa kegiatan yang dibiayai dari APBD hasil refocusing ini antara lain pemenuhan kebutuhan shelter kabupaten serta pengadaan alat pelindung diri, obat, dan vitamin.

"Untuk pasien gejala ringan yang ada di selter maupun isolasi mandiri di rumah dibiayai dengan APBD refocusing," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman Shavitri Nurmala Dewi, Rabu (11/8).

Anggaran Rp 74 miliar itu sebagian juga digunakan untuk membayar insentif tenaga kesehatan. Nominalnya kurang lebih Rp 30 miliar, dan sampai dengan akhir semester 2021 ini baru terserap sekitar 35 persen.

Baca Juga: Peneliti: Moderna Unggul Lawan Varian Delta daripada Pfizer

Dijelaskan Shavitri, insentif yang didanai APBD ini khususnya diperuntukkan nakes yang bertugas di puskesmas, dan dua rumah sakit daerah milik Pemkab Sleman yakni RSUD Morangan dan Prambanan.

Mekanisme penyaluran insentif bagi nakes rumah sakit, klaim langsung ditujukan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman. Adapun nakes puskesmas, klaim ditangani oleh Dinas Kesehatan.

"Insentif nakes puskesmas untuk periode Januari-Februari sudah selesai. Sementara bulan Maret-Juni, hingga akhir Juli lalu masih ada 10 puskesmas yang belum selesai tapi awal Agustus ini dicairkan," terangnya.

Selain dari APBD, penanganan Covid-19 juga menggunakan anggaran dari pusat. Pembiayaan pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan termasuk intermediate, klaimnya diajukan ke Kementerian Kesehatan dengan verifikator dari BPJS.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gelar Haul Gus Dur, PKB dan NU Cilacap Berkolaborasi

Kamis, 13 Januari 2022 | 11:48 WIB
X