Tiga Karyawan Purbalingga Cairkan Kredit Fiktif Hingga Rp 1,6 Miliar

- Senin, 26 November 2018 | 21:10 WIB
Salah satu tersangka korupsi PD Purbalingga Ventura masuk mobil untuk dibawa ke Rutan Purbalingga oleh petugas Kejari Purbalingga, Senin (26/11). (suaramerdeka.com/Ryan Rachman)
Salah satu tersangka korupsi PD Purbalingga Ventura masuk mobil untuk dibawa ke Rutan Purbalingga oleh petugas Kejari Purbalingga, Senin (26/11). (suaramerdeka.com/Ryan Rachman)

PURBALINGGA, suaramerdeka.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Purbalingga menahan tiga karyawan Perusahaan Daerah (PD) Purbalingga Ventura, Senin (26/11). Mereka menjadi tersangka pencairan kredit fiktif mencapai Rp 1,6 miliar selama 2014-2016. Ketiganya yaitu, Nova AM (36) mantan direktur PD Purbalingga Ventura, Nova AM (36), karyawan Anik WK (36) dan Krisnu BW (39).

Kajari Purbalingga, Nur Mulat Setiawan, melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Meyer Simanjuntak, dalam keterangan persnya, kemarin menjelaskan, pihaknya melakukan penyidikan terhadap kasus ini sejak September lalu. Setelah sebelumnya dilakukan penyelidikan selama beberapa bulan.

"Dari hasil penyidikan, modusnya, mereka melakukan pemberian kredit fiktif. Ketiganya sepakat, membuat pengajuan kredit atas nama kelompok UMKM. Ada lebih dari 50 kelompok UMKM," katanya, didampingi Kasi Intel, Budhi Santoso.

Lebih lanjut, tindakan tersebut mereka lakukan sejak 2014 hingga 2016. Selama tiga tahun tersebut, ketiga tersangka menguras uang milik Pemkab Purbalingga hingga Rp 1,6 miliar yang digunakan untuk memperkaya diri mereka. Pihaknya bekerja sama dengan Inspektorat Purbalingga dalam melakukan penyelidikan kasus tersebut. Setidaknya lebih dari 30 saksi diperiksa untuk penanganan kasus penyelewengan tersebut.

"Tadi (kemarin) ketiganya kami panggil ke sini (kejaksaan). Setelah ada dua minimal alat bukti terpenuhi, kami melakukan penahanan terhadap ketiganya. Mereka kami titipkan ke Rutan Purbalingga," katanya.

Para tersangka ditahan hingga 20 hari ke depan selama proses kelengkapan berkas acara pidana (BAP). Namun demikian, penahanan masih bisa diperpanjang bila BAP belum selesai. Namun, kejaksaan menargetkan kasus itu sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang sebelum masa berakhir penahanan.

Untuk diketahui, Pemkab Purbalingga juga tengah melakukan proses pembubaran PD Purbalingga Ventura. DPRD tengah membahas Raperda tentang pembubaran perusda tersebut. Pemkab juga akan membentuk tim likuidasi untik menghimpun aset yang masih di nasabah setelah raperda itu ditetapkan menjadi perda.

Pembubaran karena perusda tersebut selalu merugi dan sebagian besar disebabkan oleh banyaknya kredit yang bermasalah. Setelah diaudit laporan keuangannya, per 31 Desember 2017, penyertaan modal keseluruhan sampai tahun 2016  Rp 1.522.775.000,-, hutang kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Purbalingga yang bersumber dari pengelolaan dana investasi Rp 600.000.000,-, dan sisa aset meliputi harta dan piutang kepada nasabah Rp 870.166.424,-.

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X