Pemugaran Candi Induk Kedulan Selesai

- Jumat, 2 November 2018 | 09:51 WIB
MEMASANG KEMUNCAK: Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI Hilmar Farid, dan Bupati Sleman Sri Purnomo memasang kemuncak batu Candi Kedulan, Kamis (1/11) sore, menandai berakhirnya proses pemugaran candi induk. (Suaramerdeka.com/ Amelia Hapsari)
MEMASANG KEMUNCAK: Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI Hilmar Farid, dan Bupati Sleman Sri Purnomo memasang kemuncak batu Candi Kedulan, Kamis (1/11) sore, menandai berakhirnya proses pemugaran candi induk. (Suaramerdeka.com/ Amelia Hapsari)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Pemugaran bagian induk Candi Kedulan dinyatakan selesai. Hal ini ditandai dengan pemasangan batu kemuncak oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI Hilmar Farid, dan Bupati Sleman Sri Purnomo, Kamis (1/11) sore.

Proses pemugaran candi induk ini dimulai sejak Januari 2018, dan keseluruhan menelan anggaran Rp 1,5 miliar.

"Sebenarnya proyek ini berjalan sampai Desember. Setelah ini akan dibahas tentang pemasangan batu-batu baru yang perlu diselaraskan," kata Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY Ari Setyastuti.

Pada kesempatan yang sama dilakukan rapat koordinasi membahas proyeksi pengembangan candi yang terletak di Dusun Kedulan, Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman itu. Rencana, tahun depan akan dilakukan pemugaran bagian pagar dan 3 candi perwara yang ada di sisi utara, tengah, dan selatan.

Berikutnya pada tahun 2020 hingga 2022 ditargetkan kegiatan penataan lingkungan. Pada area sekitar candi nantinya akan dibangun fasilitas taman, lapak souvenir, bumi perkemahan, dan taman bermain.

Ari mengungkapkan, butuh proses panjang untuk mengevakuasi candi ini. Setelah ditemukan oleh penambang pasir pada 24 September 1993, selang tiga pekan kemudian dilakukan ekskavasi penyelamatan yang berlangsung selama hampir dua minggu. Selanjutnya pada tahun 2004 dimulai ekskavasi candi induk dan perwara.

Dari hasil kajian dinyatakan 85 persen temuan batu penyusun Candi Kedulan masih asli diperkirakan peninggalan abad 9. Sehingga sisanya, tim membuat komponen batu baru yang diambilkan dari material bebatuan lereng Merapi, dan perbukitan DIY sisi selatan.

"Awalnya proses ekskavasi dilanjutkan membuat denah, dan membentuk bangunan kemudian tim mengumpulkan data untuk merekonstruksi candi yang sudah runtuh," papar Ari yang menerangkan proses pemugaran candi tersebut.

Sebelum mulai melaksanakan proses pemugaran, tim terlebih dulu membuat gorong-gorong sepanjang 250 meter untuk mengatasi kendala air yang selama ini kerap menggenangi bagian candi.

Halaman:

Editor: Linda

Tags

Terkini

Kota Magelang Raih Penghargaan Nirwasita Tantra

Sabtu, 12 Juni 2021 | 08:48 WIB

Kasus Positif Covid-19 Capai Angka Tinggi

Jumat, 11 Juni 2021 | 16:37 WIB

Cangkringan Jadi Kecamatan Pertama Lunas PBB

Jumat, 11 Juni 2021 | 14:31 WIB
X