Kantornya Digeledah KPK 7 Jam, Kepala PUPR Banjarnegara Pilih Bungkam, Diduga Tersandung Kasus Gratifikasi

- Selasa, 10 Agustus 2021 | 14:37 WIB
TINGGALKAN DINAS PUPR: Sejumlah petugas dari KPK keluar dari kantor Dinas PUPR Banjarnegara setelah 7 jam lebih melakukan penggeledahan di kantor tersebut. (suaramerdeka.com/Castro Suwito)
TINGGALKAN DINAS PUPR: Sejumlah petugas dari KPK keluar dari kantor Dinas PUPR Banjarnegara setelah 7 jam lebih melakukan penggeledahan di kantor tersebut. (suaramerdeka.com/Castro Suwito)


BANJARNEGARA, suaramerdeka.com - Kepala Dinas Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Banjarnegara , Yusuf Winarso, memilih bungkam usai penggeledahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kantornya.

Selain itu penggeledahan juga menyasar kantor PT Bumi Rejo, di Jalan DI Panjaitan, Banjarnegara.

Hal yang sama dilakukan Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono yang mendadak irit bicara.

"Nanti saja pada saatnya saya akan bicara," ujarnya singkat saat ditemui para awak media di rumah dinas Senin (9/8/2021) petang, seperti dikutik dari Suara Merdeka Banjarnegara.

Diduga penyidikan terkait pemborongan, pengadaan atau persewaan pada Dinas PUPR Pemkab Banjarnegara Tahun 2017-2018 dan penerimaan gratifikasi.

Pelaksana tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengungkapkan, terkait kronologis kasus dan pihak-pihak yang terkait belum dapat dijelaskan.

Baca Juga: Prokes Ketat, Sidang Tahunan MPR Hanya Akan Dihadiri 60 Orang

KPK menjanjikan akan ada penjelasan dari KPK setelah tersangka ditetapkan.

"Tentu kami berharap masyarakat memahami proses hukum ini dan memberikan waktu bagi Tim Penyidik KPK menyelesaikannya tugasnya lebih dahulu," kata Ali Fikri.

Halaman:

Editor: Edyna Ratna Nurmaya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X