BNNK Sleman Amankan 2 Kurir Sabu, 15,38 Gram Sabu dan Uang Rp 1,5 Juta Disita

- Selasa, 10 Agustus 2021 | 07:45 WIB
Dua tersangka penyalahgunaan narkoba yang diamankan BNNK Sleman.(suaramerdeka.com/Amelia Hapsari)
Dua tersangka penyalahgunaan narkoba yang diamankan BNNK Sleman.(suaramerdeka.com/Amelia Hapsari)

SLEMAN, suaramerdeka.com - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sleman mengamankan dua kurir pengedar sabu.

Identitas tersangka masing-masing TG warga Godean Sleman yang keseharian bekerja sebagai tukang parkir, dan TF warga Sewon Bantul yang merupakan seorang tukang tato.

Keduanya diamankan aparat pada 2 Agustus lalu di lokasi terpisah. Dari tangan para tersangka, BNNK menyita sabu seberat 15,38 gram serta uang tunai Rp 1,5 juta hasil penjualan barang haram tersebut.

"Barang bukti sudah kami kirim ke laboratorium untuk diperiksa," kata Kepala BNNK Sleman Siti Alfiah.

Baca Juga: Samudera Hindia Selatan Jawa Diguncang Gempa Bumi 4,8 SR, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Perkara ini adalah hasil pengembangan dari kasus yang ditangani oleh BNNP DIY. Beberapa waktu lalu, BNNP telah mengamankan pelaku yang diduga bandar pemasok sabu. Dari keterangan tersebut, petugas kemudian menangkap TG dan TF.

Kedua kurir sabu ini dijerat dengan pasal 114 jo pasal 132 ayat (1) UU RI Nomer 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dari pengakuan tersangka, mereka bertransaksi dengan cara menyerahkan langsung barang kepada pelanggan namun ruang lingkup peredarannya masih didalami.

"Kami masih akan kembangkan ke kemungkinan tersangka lain," ujarnya.

Baca Juga: Premi Menopang Pertumbuhan Aset Industri Asuransi

Sepanjang tahun ini, BNNK Sleman baru mengungkap dua perkara. Dikatakan Siti, selama pandemi Covid-19, tren penyalahgunaan narkoba cenderung berkurang.

Prevalensi penurunan kasus sekarang mencapai 50 persen dibanding sebelum masa pandemi. Menurut dia, penurunan tersebut turut dipengaruhi faktor tidak adanya aktivitas tatap muka.

Mengingat selama ini kebanyakan penyalahguna narkoba berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa luar daerah.

Di lain sisi meski ada pengurangan angka kasus, peringkat penyalahgunaan narkoba DIY terbilang masih tinggi. Saat ini, DIY menempati peringkat lima se-Indonesia.

"Di masa pandemi ini, kami tetap berupaya menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat. Tapi untuk mencegah penyebaran virus, sosialisasi dilakukan lewat Komunikasi Informasi Edukasi mobile sehingga tatap muka bisa diminimalisasi," tutupnya.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ribuan Kader Kesehatan di Sleman Disuntik Booster

Selasa, 30 November 2021 | 13:27 WIB

Hari Naas dan Hari Keberuntungan Selasa Kliwon

Selasa, 30 November 2021 | 10:37 WIB

Libur Akhir Tahun, Destinasi Wisata di Sleman Tetap Buka

Minggu, 28 November 2021 | 15:57 WIB
X