Pandemi, Penyalahgunaan Narkoba di Sleman Berkurang Drastis hingga 50 Persen

- Senin, 9 Agustus 2021 | 12:30 WIB
Ilustrasi narkoba./Pixabay/jorono
Ilustrasi narkoba./Pixabay/jorono

SLEMAN, suaramerdeka.com - Sepanjang pandemi Covid-19, angka penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Sleman berkurang drastis.

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNKK) Sleman mencatat, penurunan kasus sebesar 50 persen dibanding sebelum masa pandemi.

"Prevalensi penyalahguna narkoba menurun kurang lebih 50 persen selama pandemi," kata Kepala BNNK Sleman Siti Alfiah, Senin (9/8).

Menurut dia, penurunan tersebut dipengaruhi faktor tidak adanya aktivitas tatap muka. Mengingat selama ini kebanyakan penyalahguna narkoba berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa luar daerah.

Baca Juga: Cuaca Tak Menentu, Petani Cabai Kaliangkrik Khawatir Gagal Panen

Dalam kurun semester pertama tahun ini, BNNK Sleman memeriksa dua perkara hasil pengembangan dari kasus yang ditangani BNNP DIY.

Identitas tersangka masing-masing TG warga Godean Sleman yang keseharian bekerja sebagai tukang parkir, dan TF warga Sewon Bantul yang sehari-hari menjadi tukang tato. Keduanya diamankan oleh petugas pada 2 Agustus lalu.

"Dari tangan para tersangka, kami menyita sabu seberat 15,38 gram serta uang tunai Rp 1,5 juta hasil penjualan narkotika. Barang bukti sudah kami kirim ke laboratorium untuk diperiksa," ungkap Siti.

Baca Juga: Rumah Pancasila Bagikan 1.000 Paket Bantuan Pokok di Sejumlah Kelurahan

Tersangka TG dan TF dijerat dengan pasal 114 jo pasal 132 ayat (1) UU RI Nomer 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka sama-sama berperan sebagai kurir, sedangkan bandar sudah diamankan terlebih dulu oleh petugas BNNP.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ganjar: Sikapi Fenomena Alam dengan Ilmu Titen

Rabu, 27 Oktober 2021 | 17:41 WIB
X