Tiap Hari, Lima Perempuan Menjanda

- Kamis, 4 Oktober 2018 | 21:18 WIB
foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

JEPARA, suaramerdeka.com – Hingga kini Pemkab Jepara masih dihadapkan kasus perceraian di Kota Ukir. Kasus perceraian, baik talak mau pun gugatan dari istri masih tinggi tiap tahun.

Ketua Pengadilan Agama Jepara, Imam Syafi’i mengemukakanm dari data per 20 September lalu, Pengadilan Agama Jepara menangani 1.731 perkara. Mayoritas didominasi gugatan perceraian 1.579 perkara.

Dari jumlah perkara perceraian itu, 371 perkara merupakan permohonan cerai talak. Sementara gugatan cerai yang diajukan istri 1.208 perkara. Jika dirata-rata, maka ada 175 perkara perceraian, atau lima perkara per hari. Maka tiap hari lima pria menduda atau lima perempuan menjanda.

‘’Faktor terbanyak perkara perceraian karena tidak ada keharmonisan yakni 805 perkara, dan faktor ekonomi 715 perkara,’’ kata Syafi’i,   saat rapat koordinasi antara Pemkab, Kecamatan dan Pemdes di Pendapa Kartini Jepara.

Sementara, faktor ditelantarkan 55 perkara, kehadiran pihak ketiga 10 perkara dan cemburu lima perkara. Sisanya, perceraian akibat kawin paksa dua perkara dan nikah di bawah umur dua perkara.

Syafi’i melanjutkan, permohonan dispensasi nikah atau pernikahan oleh perempuan yang belum genap berusia 16 tahun dan pria belum berusia 19 tahun juga menjadi persoalan di Jepara. Dispensasi nikah diajukan karena sifat perkawinannya mendesak.

Sejak awal tahun ini hingga 20 September kemarin, sudah ada 88 permohonan dispensasi nikah. ‘’Di sisi lain, kita juga menerima enam perkara permohonan poligami atau menikah lebih dari satu istri,’’ katanya.

Editor: Nugroho

Tags

Terkini

X